GEMARNEWS.COM | PELALAWAN - Sembilan dari 11 kontingen tinju Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau berhasil meraih medali di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Elit 2026 yang digelar dari tanggal 3 hingga 7 September 2026 di Bangkinang, Kampar, Riau. Atlet binaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Pelalawan tersebut meraih dua mendali emas, tiga perak dan empat perunggu.
Dari total keseluruhan atlet itu, enam diantaranya merupakan siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pangkalan Kerinci.
Adapun atlet yang telah mendapatkan mendali, Musa Alazizu kelas 54kg atlet Pria dan Florensia kelas 54kg atlet Wanitam. Untuk meraih mendali perak, Salman Alfarizi kelas 52kg, atlet Pria, Niko sinaga kelas 86kg alet Pria dan Syakila kelas 48kg atlet wanita. Kemudian yang meraih mendali perunggu, Hafiz Fajar kls 67kg atlet Pria, Sastra Laia kelas 57kg atlet Pria,
Anggun Abri kelas 57kg atlet Wanita dan Chelsia kelas 60kg atlet Wanita.
"Bangga apa yang diperoleh dari target apalagi semua kontingen dalam keadaan sehat wal'afiat semua," kata Ketua Kontingen dalam kejuaraan ini, sekaligus Ketua Harian Pertina Pelalawan serta Pemili atau Pimpinan Sasana Dzaky Boxing dan Domo Boxing camp H Nasril, S.Pd, M.Pd, di Pelalawan, Selasa (8/9/2026).
Tiem Pelatih Teknik, Junaidi sekaligus ayah kandung dari Musa Alazizu dan Anggun Peraih Emas dan Medali Perak mengaku, merasa senang dan bangga kedua anaknya meraih hasil yang maksimal apalagi secara keseluruhan atlit meraih yg terbaik meskipun masih ada 2 orang yg gagal meraih medali.
H. Abdullah, M.Pd dan Dr. M. Rifqi Lubis S.P., M.Si ketum dan sekum PERTINA Pelalawan di tempat terpisah menyampaikan, rasa syukur dan bangga juga ucapan terimakasih kepada kontingen tinju pelalawan yang telah berjuang dan bertanding semaksimal mungkin menghasilkan prestasi yang membanggakan, juga terimaksih kepada semua fihak telah mendukung kontingen.
"Ucapan permohonan maaf pada kontingen atas kekurangan dan belum bisa ikut mendampingi tiem saat pertandingan karena keadaan yang memaksa waktu bersamaan di uji dengan abang kandung di panggil yang maha kuasa," tuturnya.