Notification

×

Satu Komando Hadapi Bencana dan Cegah Karhutla, TNI-Lintas Sektor Pidie Jaya Perkuat Kesiapsiagaan

Selasa, 15 September 2026 | 16.22 WIB Last Updated 2026-09-15T09:22:46Z


GEMARNEWS.COM, PIDIE JAYA – Menghadapi potensi bencana alam dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama TNI, Polri dan seluruh unsur lintas sektor memperkuat kesiapsiagaan melalui apel bersama.

Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pidie Jaya mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di halaman Gedung MTQ, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Senin (14/9/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malaysi, MA., S.Sos., M.E., dan diikuti personel gabungan dari Kodim 0102/Pidie, Yonarmed 17/RC, Polres Pidie Jaya, Satpol PP, Polisi Kehutanan, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Turut hadir Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Kajari Pidie Jaya Sayid Muhammad, S.H., M.H., Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya, serta sejumlah pejabat pemerintahan dan unsur lintas sektor.

Bupati: Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

Dalam amanatnya, Bupati Pidie Jaya menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Setiap instansi diminta memastikan personel, peralatan, sistem komunikasi dan mekanisme koordinasi benar-benar siap digunakan sewaktu-waktu.

«“Kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana terjadi. Kita harus memiliki personel yang siap, peralatan yang siap, sistem komunikasi yang siap, serta koordinasi yang kuat antarinstansi,” tegas Bupati.»

Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat, kesehatan, perekonomian dan kelestarian alam.

Karena itu, langkah pencegahan harus menjadi prioritas seluruh pihak.

Bupati meminta jajaran terkait meningkatkan pemetaan wilayah rawan Karhutla, patroli dan pemantauan, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

«“Jangan menunggu api muncul baru kita bergerak. Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi yang cepat dan terpadu,” ujarnya.»

Camat, keuchik dan aparatur gampong juga diminta aktif mengajak masyarakat menjaga lingkungan serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada aparat terkait.

Selain personel, kesiapan armada pemadam, kendaraan evakuasi, sumber air, alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan juga harus dipastikan dalam kondisi siap operasional.

«“Lebih baik kita mencegah daripada memadamkan, lebih baik kita bersiap daripada terlambat bertindak. Mari kita jaga hutan, lahan, dan lingkungan kita demi kehidupan serta masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.»

Dandim: TNI Siap Bergerak Bersama Lintas Sektor

Sementara itu, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan komitmen TNI untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan seluruh instansi terkait dalam menghadapi sekaligus mencegah potensi bencana, khususnya Karhutla.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan koordinasi yang cepat, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta dukungan masyarakat.

«“TNI siap bersinergi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, BPBD, Damkar, Polri, serta seluruh dinas dan instansi terkait dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya Karhutla,” ujar Dandim.»

Ia menjelaskan, jajaran Kodim 0102/Pidie melalui Danramil dan Babinsa selama ini terus berperan aktif membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui imbauan, edukasi langsung kepada masyarakat serta pemasangan banner peringatan di sejumlah desa agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Babinsa juga terus mendorong masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi kebakaran kepada aparat dan instansi terkait.

«“Pencegahan Karhutla bukan tanggung jawab satu instansi saja. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kesiapan personel dan sarana prasarana yang memadai, serta kepedulian masyarakat, kita dapat meminimalkan risiko bencana dan melindungi keselamatan warga,” tegasnya.»

Cek Armada dan Peralatan Penanggulangan Bencana

Usai apel, jajaran Forkopimda Kabupaten Pidie Jaya melakukan pengecekan terhadap kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang telah disiagakan di lokasi.

Pengecekan meliputi armada pemadam kebakaran, perahu karet, kendaraan evakuasi, ambulans serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan benar-benar siap dikerahkan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam, banjir maupun Karhutla.

Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Polisi Kehutanan dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan sistem penanggulangan yang cepat, terpadu dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, potensi dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan.

Kesiapsiagaan sejak dini, sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam membangun Kabupaten Pidie Jaya yang semakin tangguh menghadapi bencana sekaligus mencegah terjadinya Karhutla.pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update