Notification

×

Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Raih Juara 1 Lomba Video Pendek Pariwara Antikorupsi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 15.36 WIB Last Updated 2026-09-22T08:36:28Z


GEMARNEWS.COM,PIDIE – Kreativitas siswa SMA Sukma Bangsa Pidie kembali mengantarkan prestasi di tingkat daerah. Empat siswa sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 Kategori Pelajar dalam Lomba Video Pendek Pariwara Antikorupsi Kabupaten Pidie 2026.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Pidie sebagai bagian dari upaya mendukung gerakan Tapuga Pidie Bebas Korupsi dan Tulak Beuramphak.

Tim SMA Sukma Bangsa Pidie yang terdiri atas Cut Putroe Azizi, Lizia Naura, Naufal Aruli, dan Riziq Dhiaulhaq Dinur berhasil meraih posisi pertama melalui karya video kreatif yang mengangkat tema kejujuran, integritas, tanggung jawab dan keberanian menolak praktik korupsi.

Karya tersebut mengusung judul “Dari Sebuah Kesempatan”. Cerita dalam video berangkat dari persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Dalam film pendek tersebut, seorang siswi dipercaya menjadi bendahara kelas. Ketika keinginannya membeli sebuah jam tangan tidak terpenuhi, ia kemudian tergoda menggunakan sebagian uang field trip yang berada dalam tanggung jawabnya.

Tindakan tersebut pada awalnya dianggap sebagai kesalahan kecil. Namun, penggunaan uang tersebut terus berulang hingga akhirnya sebuah kabar tentang ayahnya yang tersangkut kasus korupsi membuat sang tokoh tersadar bahwa apa yang dilakukannya juga merupakan bentuk penyimpangan.

Cerita tersebut menyampaikan pesan bahwa perilaku korupsi dapat bermula dari hal sederhana, termasuk ketika seseorang memanfaatkan kesempatan dan kemudian membenarkan tindakan yang sebenarnya salah.

Kompetisi tersebut diikuti 27 peserta dari kategori mahasiswa dan pelajar. Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, karya tim SMA Sukma Bangsa Pidie dinilai mampu menyampaikan pesan antikorupsi secara kreatif, efektif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Atas capaian tersebut, tim pemenang berhak memperoleh uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta, trofi dan sertifikat.

Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie, Sugeng Handayani, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para siswa.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya dapat berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menggunakan kreativitas untuk menyampaikan pesan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

«“Prestasi ini merupakan hasil dari kreativitas, kerja sama, dan komitmen para siswa dalam menyampaikan pesan yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, serta menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas,” ujar Sugeng.»

Sementara itu, salah seorang anggota tim, Zizi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, karya yang dibuat bersama tim diharapkan tidak berhenti sebagai karya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

«“Melalui video ini kami ingin menunjukkan bahwa pencegahan korupsi dapat dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap jujur, bertanggung jawab, dan berani mengatakan tidak terhadap kecurangan,” ujar Zizi.»

Pesan tersebut menjadi inti dari film “Dari Sebuah Kesempatan”, bahwa membangun budaya antikorupsi tidak selalu harus dimulai dari persoalan besar. Sikap jujur dalam mengelola kepercayaan, bertanggung jawab terhadap amanah dan berani menolak kecurangan merupakan bagian dari upaya membangun karakter antikorupsi sejak dini.

Keberhasilan tersebut sekaligus menambah deretan prestasi siswa SMA Sukma Bangsa Pidie. Capaian ini juga memperlihatkan bagaimana ruang pendidikan dapat menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan tentang persoalan sosial di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan budaya pendidikan yang dikembangkan SMA Sukma Bangsa Pidie, yakni membangun lingkungan belajar yang aman, jujur, berkarakter dan menghargai nilai-nilai integritas.

Melalui prestasi tersebut, para siswa tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga ikut menyampaikan pesan antikorupsi melalui media kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Karya mereka menjadi pengingat bahwa nilai kejujuran dan integritas dapat ditanamkan sejak bangku sekolah dan dimulai dari keputusan-keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan prestasi Juara 1 Pariwara Antikorupsi 2026, empat siswa SMA Sukma Bangsa Pidie tersebut membuktikan bahwa kreativitas pelajar dapat menjadi sarana untuk menyuarakan nilai-nilai positif sekaligus mengajak masyarakat membangun budaya antikorupsi sejak dini. tuturnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update