Notification

×

Stan Kecamatan Jadi Magnet Uroe Lahè ke-515, H. Sarjani: Ini Wajah Asli Budaya Pidie

Kamis, 17 September 2026 | 17.40 WIB Last Updated 2026-09-17T10:40:43Z
GEMARNEWS.COM, SIGLI — Peringatan Peuingat Uroe Lahè ke-515 Pidie semakin semarak. Stan-stan yang menampilkan kekayaan adat, budaya, kuliner tradisional, hingga kearifan lokal dari berbagai kecamatan menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan tersebut.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Daerah Pidie Drs. Samsul Azhar, turun langsung meninjau stan peserta yang berada di kawasan Lapangan Gedung PCC Sigli, Rabu siang (16/9/2026).

Dari satu stan ke stan lainnya, Bupati melihat langsung berbagai potensi yang ditampilkan masing-masing kecamatan. Beragam kuliner tradisional, kerajinan dan anyaman, serta adat dan kearifan lokal masyarakat Pidie turut menghiasi stan.

Setiap kecamatan membawa ciri khas masing-masing sehingga menciptakan gambaran keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Pidie.

Bupati H. Sarjani mengatakan, berbagai produk dan budaya yang ditampilkan tersebut bukan sekadar pajangan dalam sebuah perayaan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Pidie yang perlu terus dijaga.

«“Kita ingin memastikan adat dan budaya di masing-masing kecamatan tetap terjaga. Apa yang ditampilkan ini adalah gambaran kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Pidie,” tegas H. Sarjani.»

Menurutnya, keberagaman adat dan budaya yang dimiliki Pidie merupakan kekuatan yang harus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

«“Setiap kecamatan punya adat, tradisi, dan kekayaan budaya yang berbeda. Ini yang harus terus kita jaga dan wariskan ke generasi muda, jangan sampai hilang ditelan zaman,” ujarnya.»

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan yang telah berpartisipasi dengan menampilkan berbagai potensi daerah masing-masing.

Bagi Bupati, peringatan Peuingat Uroe Lahè ke-515 bukan hanya momentum memperingati perjalanan sejarah Pidie, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

«“Peuingat Uroe Lahè ini momentum penting untuk memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Pidie ke masyarakat luas,” katanya.»

Bupati menegaskan, pemantauan langsung terhadap stan-stan tersebut merupakan bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Pidie terhadap upaya pelestarian adat dan budaya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh hanya dilakukan ketika ada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

«“Semangat menjaga warisan budaya harus hidup terus dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat peringatan saja,” tutupnya.»

Dengan memasuki usia ke-515 tahun, Pidie terus memperlihatkan keberagaman adat dan budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Selain mengunjungi stan kecamatan, Bupati H. Sarjani bersama Sekda Pidie juga meninjau stan dari berbagai instansi, termasuk sejumlah instansi vertikal yang turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan.

Pada sore harinya, Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar juga melakukan peninjauan terhadap stan-stan peserta. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan berbagai agenda yang telah direncanakan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Peringatan Peuingat Uroe Lahè ke-515 Pidie pun tidak hanya menjadi ruang perayaan, tetapi juga menjadi panggung bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi, tradisi, dan identitas budaya Pidie kepada khalayak yang lebih luas. tuturnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update