GEMARNEWS.COM, MALANG - Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Akademi Jurnalistik Muhammadiyah di Malang. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik satuan pendidikan Muhammadiyah sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan berkemajuan.
Banyak sekolah yang sebenarnya memiliki program unggulan, baik prestasi akademik maupun nonakademik, inovasi pembelajaran, serta kiprah sosial yang luar biasa. Namun karena tidak terdokumentasi dan tidak dipublikasikan dengan baik, berbagai capaian tersebut kurang dikenal oleh masyarakat luas.
Di sinilah pentingnya kehumasan sekolah yang dikelola secara profesional dan berbasis jurnalistik. Kehumasan bukan sekadar kegiatan publikasi ataupun promosi, melainkan proses membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi institusi, dan menghadirkan narasi pendidikan yang mencerahkan masyarakat. Ungkap Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad. Jum'at. (9/10)
Muhammadiyah memiliki jaringan pendidikan yang sangat luas, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Kekuatan besar ini perlu didukung oleh kemampuan mengelola informasi dan komunikasi yang modern, akurat, dan terpercaya. Setiap sekolah Muhammadiyah harus mampu menjadi pusat produksi informasi yang mencerminkan nilai-nilai Islam, kemajuan, keunggulan, dan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.
Karena itu, tema yang diangkat pada kegiatan ini, yaitu "Optimalisasi Kehumasan Sekolah untuk Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik", sangat relevan dengan tantangan zaman.
Branding yang dimaksud bukanlah pencitraan semata. Branding pendidikan berkemajuan adalah upaya menghadirkan identitas sekolah yang autentik, berbasis mutu, prestasi, inovasi, dan nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Branding harus lahir dari realitas kualitas yang sesungguhnya, kemudian disampaikan melalui narasi yang kuat, data yang valid, serta pemberitaan yang beretika.
Dalam perspektif Muhammadiyah, jurnalistik memiliki fungsi dakwah, edukasi, dan transformasi sosial. Melalui jurnalistik yang baik, sekolah tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menyebarkan inspirasi, menumbuhkan optimisme, dan memperkuat semangat belajar masyarakat.
Oleh karena itu, saya berharap Akademi Jurnalistik Muhammadiyah ini mampu melahirkan para pengelola humas, guru, dan kader-kader jurnalistik sekolah yang memiliki sejumlah kompetensi penting.
Pertama, mempunyai kemampuan menulis dan mengemas informasi secara menarik, akurat, dan berimbang.
Kedua, mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan media digital dan media sosial secara produktif dan bertanggung jawab.
Ketiga, memiliki kemampuan membangun citra institusi yang berlandaskan fakta, prestasi, dan integritas.
Keempat, punya kemampuan menjadikan media sekolah sebagai sarana dakwah Islam berkemajuan yang mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kelima, mempunyai kemampuan melawan hoaks, disinformasi, dan konten-konten yang merusak nilai pendidikan melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Muhammadiyah sejak awal berdirinya merupakan gerakan yang sangat dekat dengan dunia literasi dan publikasi. (SM 111 Tahun) Kemajuan Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dari tradisi menulis, membaca, berdialog, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan jurnalistik sekolah sesungguhnya merupakan bagian dari revitalisasi tradisi intelektual Muhammadiyah yang telah diwariskan oleh para pendiri persyarikatan.
Dadang Kahmad, berharap setiap sekolah Muhammadiyah ke depan harus memiliki tim kehumasan yang aktif, media sekolah yang hidup, dokumentasi yang baik, serta kemampuan membangun komunikasi publik yang efektif. Dengan demikian, masyarakat semakin mengenal kualitas pendidikan Muhammadiyah dan semakin percaya bahwa sekolah Muhammadiyah adalah pilihan terbaik untuk melahirkan generasi Islam yang unggul, berkarakter, berilmu, dan berkemajuan.
Akhirnya, kepada seluruh peserta Akademi Jurnalistik Muhammadiyah, ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, dan membangun gerakan jurnalistik sekolah yang profesional serta berorientasi pada kemaslahatan umat. (*)

