Notification

×

Iklan

Iklan

Al-Qur'an Tulisan Tangan Viral di Medsos, Keluarga Akan Lapor Polisi

Rabu, 24 Juni 2020 | 17.54 WIB Last Updated 2020-06-24T10:54:24Z

Bireuen - Beredarnya Vidio Al Qur'an bertulisan tangan yang konon katanya sejak 700 tahun silam seperti di Upload oleh salah satu Akun Facebook sangat menggaggu Keluarga Besar Chik Awe Geutah yang diketahui merupakan salah satu Ulama Besar Aceh dimasa silam.

Hal tersebut dikatakan oleh Tu Muhyen dan Tu Iskandar sebagai keluarganya kepada Gemarnews.com pada Selasa, 23/6/2020.

Tu Muhyen memaparkan, saat ini, ada berita yang sangat Viral di media sosial Yutube terkait tentang sejarah Abu Cyik Awee Geutah yang pernah menulis sebuah Al Qur'an dengan tangannya sendiri, dan sekarang Tulisan tersebut masih tersimpan rapi di Makam Abu Chik Awee Geutah, di Desa Awee Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, namun tidak banyak orang tau.

"Dalam beberapa hari ini, ada seorang pemuda yang datang dari Woyla, Kabupaten Aceh Barat, meminta Al-Qur'an tersebut untuk dibawa ke Woyla dengan dalih ada perintah dari Ulama besar yang sudah meninggal Dunia, yaitu Abu Ibrahim Woyla," terang Tu.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, mulai dari keluarga Abu Chik Awe Geutah dan Keluarga Abu Ibrahim Woyla belum ada kepastian dan masih bertanya tanya, siapakah yang menyuruh Anak muda itu untuk bawa Pulang Al Qur'an tersebut ke Woyla, karena, antara kedua keluarga ulama tersebut masih terjalin hubungan erat.
"Persoalan ini tidak boleh di anggap sepele, dikarnakan ini sudah Viral di Medsos, kami sebagai keluarga besar sangat terganggu dan meminta kepada pengguna Akun Facebook dan Yutube, atas Nama-Ijul- untuk menghapus Vidio tersebut, jika tidak dihapus kami akan membawa masalah ini ke pihak berwajib(Polisi), mulai hari ini kami beri waktu satu kali 24 jam Vidio tersebut harus terhapus," ujar Tu Muhyen.

"Jika Al Qur'an tersebut ingin di pindahkan, bukan begitu caranya, duduk dulu dengan para Ulama Aceh, kemana dan siapa yang berhak untuk merawat Al Qur'an tersebut, bukan Anak kemaren sore yang minta untuk dibawa ke Daerah lain. Saya rasa Abu Ibrahim Woyla juga tidak menyuruh dia untuk bawa Al Qur'an ke sana, ini bisa dikatakan bohong," sambungnya.

"Kami belum bisa memberikan Al Qur'an tersebut untuk dibawa ke Woyla atau ke Daerah lain. Apalagi itu adalah salah satu bukti sejarah yang di buat oleh Nenek moyang kami. Jika ingin melihat, silakan datang dan jumpa sama kami di Makam Abu Syik Awee Geutah, jika ingin bawa ke Daerah lain tidak boleh dan tidak ada alasan," Tutup Tu Muhyen dan Tu Iskandar sebagai keluarga Tgk. Syik Awee Geutah. (*)
×
Berita Terbaru Update