Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Aceh harus Perbanyak Test Swab dan Sebarkan Info Covid lewat Satu Pintu

Jumat, 14 Agustus 2020 | 19.59 WIB Last Updated 2020-08-14T12:59:28Z
Dok.Foto , Sekjen Forum LSM Aceh Sudirman Hasan


Gemarnews.com , Banda Aceh 
 melonjaknya angka korban  terpapar Covid-19 di Aceh dalam sebulan terakhir ini,  menurut Sekjen Forum LSM Aceh Sudirman Hasan,  bukan hanya karena masyarakat kurang aktif dalam menerapkan kebijakan protokoler kesehatan, tapi juga karena  sosialisasi yang minim dari Pemerintah Aceh. Sedikitnya tes swab yang dilakukan Pemerintah Aceh juga menjadi turut mendorong meningkatkan penyebaran virus tersebut. 

Data Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan  Covid-19 Aceh mengebutkan, sampai 12 Agustus 2020, jumlah warga positif terpapar Covid-19 di Aceh telah mencapai  747 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 499 orang sedang masa perawatan  dan 23 orang yang meninggal dunia. Padahal pada 15 Juli atau sekitar sebulan lalu, jumlah positif itu hanya  119 orang. (14/8/20)

“Berarti hanya dalam satu bulan  terjadi peningkatan hingga  627 persen atau lebih dari enam kali lipat,” kata Sudirman. Rasio penambahan ini  merupakan yang tertinggi di Indonesia. 

Sebagai perbandingan, katanya, di Sumatera Utara, untuk tentang waktu yang sama, rasio kenaikan hanya 410 persen atau sekitar empat kali lipat.  Kalau rasio ini berjalan stabil, maka dalam beberapa bulan ke depan, bukan tidak mungkin  angka terpapar  Covid di Aceh akan sama dengan Sumatera Utara. 

“Ini jelas kondisi yang sangat berbahaya. Padahal jumlah penduduk di provinsi Aceh   hanya 5 juta, sementara Sumatera Utara 13,22 juta.  Belum lagi soal anggaran pembangunan, Aceh jauh lebih besar. Tapi nyatanya dari aspek pembangunan, Aceh kalah jauh  dari Sumut dan kondisi kesehatan masyarakat kita   juga sangat mundur,” kata Sudirman.

Sudirman menyakini,  jumlah positif  747  orang di Aceh saat ini hanya yang terdata saja. “Faktanya, yang terinfeksi mungkin berkali-kali lipat dari itu,” katanya. 

Hal ini terjadi karena tindakan swab untuk pemeriksaan specimen di Aceh masih sangat kecil. Akibatnya, banyak orang positif yang  tanpa gejala bebas berkeliaran dan menyebarkan virus tersebut kepada orang lain. 

“Ingat, tidak semua yang terinfeksi itu langsung sakit. Ada orang yang daya tahan tubuhnya baik, sehingga ia tidak menunjukkan gejala sama sekali meski terinfeksi.  Tapi orang seperti ini sangat berbahaya, karena ia berpotensi menyebarkan virus itu  kepada yang lain,” ujar Sudirman.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Sudirman meyakini, jumlah terpapar Covid akan terus meningkat di Aceh.  Meski Pemerintah Aceh telah menambah  kamar isolasi di ber bagai rumah sakit daerah,  tapi kalau sosialisasi di masyarakat sangat minim,  semua akan sia-sia. Suatu saat jumlah kamar itu akan berkurang. 

“Pemerintah Aceh seharusnya jangan hanya focus pada upaya kuratif  atau pengobatan saja, tapi harus ada langkah pencegahan di masyarakat,” katanya.

Sudirman menyarankan agar  langkah sosialisasi  tentang Covid-19 lebih ditingkatkan di berbagai daerah. Terutama dalam menyebarkan kabar soal protokler kesehatan.  Soalnya, sampai saat ini, hasil survey Forum LSM Aceh menunjukkan kalau masyarakat Aceh  masih banyak yang kurang percaya  dengan Covid-19.  Mereka menganggap kalau Covid itu hanya bualan pihak luar saja.  Tidak heran jika warung kopi dan pusat keramaian masih banyak dikunjungi warga. Padahal tindakan  hal itu sangat berbahaya.

“Hal seperti ini harus dilihat sebagai sebuah kelemahan Pemerintah Aceh dalam melakukan sosialisasi di masyarakat,” tambah Sudirman. 

Maka itu, sepantasnya  Pemerintah Aceh menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, seperti LSM, ulama, akademisi  dan tokoh masyarakat untuk kegita sosialisasi  ini. Pemeriksaan swab  juga harus ditingkatkan, terutama di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh,  karena dua kawasan itu  merupakam zona yang sangat merah di Aceh. 

“Kabarnya Pemerintah Aceh akan mengoperasikan dua mobil PCR untuk tes swab. Saatnya pemeriksaan specimen swab itu diperbanyak sehingga orang tanpa gejala  bisa dideteksi agar tidak menyebarkan virus ini,” kata Sudirman.

Tidak kalah pentingnya,  Pemerintah Aceh  juga  harus punya satu pintu khusus untuk menyampaikan informasi soal Covid ini. Jangan ada lagi lembaga lain yang menyampaikan informasi sama dengan data yang berbeda. Hal ini akan membuat masyarakat menjadi bingung ( Raju )
×
Berita Terbaru Update