Notification

×

Iklan

Iklan

Muchlisan Putra Juara III Nasional Kepsek SMA Inspiratif dari Sukma Bangsa Pidie

Kamis, 10 Desember 2020 | 01.13 WIB Last Updated 2020-12-09T18:13:18Z
Dok.foto Muchlisan Putra, Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie


Gemarnews.com , Pidie - Kementerian Pendidikan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) memberikan apresiasi kepada guru dan kepala sekolah dedikatif, inovatif, dan inspiratif di seluruh Indonesia dalam rangkaian peringatan hari guru nasional tahun 2020.

Dari 781 guru dan kepala sekolah seluruh Indonesia yang berjuang mengirimkan berkas, terjaring 70 sebagai 5 besar dari setiap kategori yang diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan tersebut.

Dari Aceh, ada 4 perwakilan yang lolos seleksi dan mendapatkan apresiasi pada malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Millenium Jakarta pada Senin 23 November kemarin. 

Dari keempat utusan Aceh tersebut, Muchlisan Putra, Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie jatuh sebagai terbaik III Kategori Kepala SMA Inspiratif. 

Adapun 3 lainnya yakni Himmah sebagai terbaik IV guru SMA, Mukhlish terbaik IV Kepala SPPPI, dan Adelia sebagai terbaik IV guru SPPPI.

Muchlisan Putra, perwakilan dari Aceh yang memperoleh juara III menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah dan terima kasihnya atas dukungan semua pihak. "Terutama kepada Sekolah Sukma Bangsa yang memiliki segudang praktik baik dan telah mendukung saya selama memimpin dan melayani warga sekolah di tengah pandemi. Juga kepada stakeholder dari pemerintah dan dinas pendidikan yang selalu memberi ruang dan dukungan untuk Sekolah Sukma Bangsa bereksperimen dan melayani di tengah pandemi. Sebagaimana pesan Pak Iwan selaku Dirjen GTK bahwa ada 3 hal yang penting untuk kita layani yakni siswa, siswa, dan siswa," ujar Muchlisan.

Beliau juga menambahkan bahwa satuan pendidikan jangan menjadikan covid-19 sebagai alasan kita untuk tidak memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan orang tua serta guru di masa pendemi ini. "Ubah tantangan ini menjadi peluang. Kita perkecil kekhawatiran _learning loss_ (kehilangan pembelajaran) pada peserta didik dengan tetap memberikan pelayanan prima kepada anak dan orang tua di rumah secara virtual dan program-program berkualitas lainnya," tutup Muchlisan.
×
Berita Terbaru Update