Notification

×

Iklan

Iklan

Ngopi Bareng Pemuda di Pantai Kuala Bugak, Tu Sop Serukan Pemuda Aceh Bangun Kekompakan

Kamis, 07 Januari 2021 | 05.36 WIB Last Updated 2021-01-06T22:36:44Z
Aceh Timur l Gemarnews.com - Sejumlah komunitas pemuda di Peureulak Aceh Timur mewacanakan untuk melebur diri dalam suatu pergerakan demi kebaikan dan kemaslahatan ummat. Hal ini dilakukan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing masing komunitas. 

Wacana ini muncul dalam acara ngopi bareng sejumlah ormas Pemuda dengan Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb) yang digelar di bibir pantai Kuala Bugak, Peureulak Aceh Timur pada Selasa, 5 Januari 2021.

Menurut informasi yang disampaikan Tgk Bahri Al Rani yang senantiasa menemani perjalanan dakwah Tu Sop, dalam acara yang berlangsung secara dadakan tersebut hadir beberapa sejumlah ketua komunitas pemuda di Peureulak diantaranya Tgk.Ahmad Safrima, Ketua Pejuang Tingkat Rendah Aneuk Nanggroe (PUETRANG), Tgk. Khairul Munawar, Ketua Pemuda Pejuang Subuh (PPJS), Tgk.Abdullah Rusli (ketua BMU Peureulak Raya), Tgk Abrar (Gerakan Amal Jariah) dan sebagainya.

Selain itu, pertemuan ini diselenggarakan juga dalam rangka mencari solusi supaya 5 kekuatan gerakan pemuda Aceh di Peureulak ini bisa kompak pada upaya kebaikan dan memperkuat arus kebaikan.

Dalam pertemuan ini, Tu Sop Jeunieb menjelaskan beberapa hal tentang pentingnya persatuan dan kekompakan kaum muda demi meraih kebaikan agama dan masyarakat.

"Para pemuda Aceh harus bersinergi baik pribadi maupun antar komunitas untuk saling mendukung dalam hal pergerakan sosial demi kemaslahatan ummat. Dan bukan malah saling menjatuhkan" kata Tu Sop menasehati.

Tu Sop juga mengatakan, bahwa atas nama kebaikan, pemuda Peureulak harus bergerak dengan niat ikhlas Lillahi Ta'ala sehingga bisa kompak. 
“Kita perlu terus belajar membangun kekompakan, mari kita kompak untuk kebaikan agama kita, “ ajak Tu Sop.
Kebaikan ini, kata Tu Sop akan terwujud disaat kita mampu mengamalkan Akhlak yang didakwahkan oleh Rasulullah SAW.

Tu Sop dalam tausyiahnya juga memberikan pandangan, bahwa tidak ada masalah dengan berbedanya nama gerakan, yang penting tujuan kita sama yaitu memberkuat kebaikan dan dakwah-dakwah Islam.
“Walaupun berbeda, tapi jika saling memperkuat maka kita akan menjadi kekuatan besar, “ tegas Tu Sop.
Dalam tausyiahnya, Tu Sop juga menjelaskan pentingnya meninggalkan sifat-sifat buruk seperti iri dengki. Tu Sop mengatakan, “Menye but meudengki hana payah meureunoe, hana payah jak sikula, cit akai ata kana.  Apa manfaatnya dengki, apa untungnya saling menjatuhkan?”

Demi mewujudkan kekompakan, Tu Sop juga menyampaikan agar para pemuda tidak takut melihat orang lain besar. Karena pada untungnya orang disitu ada untungnya kita juga. Niatkan ikhlas karena Allah maka niscaya semua akan bernilai ibadah di sisi Allah.

“Islam itu kuat tatkala Rasulullah Saw berhasil membangun persatuan antar kaum Muhajirin dan Anshar sehingga sikap persatuan antara kedua kelompok umat Islam terwujud indah dalam sikap dan perilaku mereka, “ pungkas Tu Sop.
×
Berita Terbaru Update