Notification

×

Iklan

Iklan

Dosen dan Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Ar-Raniry Melaksanakan PKM di Gayo Lues

Sabtu, 13 Maret 2021 | 15.41 WIB Last Updated 2021-03-13T08:41:11Z
Dok.foto PKM Dosen Dan Mahasiswa UIN AR ARNIRY di desa kuta ujung, kecamatan kuta panjang, gayo lues.



Gemarnews.com , Aceh Tengah - Pemetaan potensi desa kuta ujung, "serai wangi" menjadi komoditi yang potensial dikembangkan. 

Dosen dan mahasiswa prodi perbankan syariah  fakultas ekonomi dan bisnis islam uin ar raniry, melakukan salah satu Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 8 maret 2021 di desa kuta ujung, kecamatan kuta panjang, gayo lues.

kegiatan ini diadakan dalam bentuk diskusi guna menggali potensi dari desa ujung kuta. 

Dekan FEBI Zaki Fuad dalam paparannya menjelaskan bahwa masih sangat banyak potensi dari desa kuta ujung yang dapat di manfaatkan baik dari unit simpan pinjam,pertanian serta dari komoditas utama yaitu serai wangi. Beliau hanya menekankan harus adanya 3 atau beberapa pemuda yang mampu memasarkan produk dari desa ke luar baik secara langsung maupun tidak langsung

dalam kegiatan ini di temukan data bahwa salah satu komoditas yang menjadi produk unggulan dari masyarakat desa kuta ujung adalah budidaya serai wangi yang kemudian diolah menjadi minyak atsiri.

Menurut pemaparan pengulu desa, bapak Jamaluddin, mayoritas penduduk  desa kita ujung (80 %) adalah petani dan salah satu yang banyak dibudidayakan adalah serai wangi. Dari sekitar 430 ha lahan yang menjadi bagian dari desa ini hanya beberapa puluh persen saja yang di gunakan sebagai lahan tempat tinggal sisanya adalah lahan pertanian 
Budi daya sereh wangi ini ada yang dikerjakan oleh Masyarakat desa secara mandiri bagi yang memiliki modal dan lahan, atau di lakukan secara berkelompok oleh masyarakat pada lahan yang dimiliki oleh bumk. Pola yang kedua ini merupakan salah satu entuk ekspansi bisnis yang dilakukan oleh bumk kuta ujung, yang bertujuan untuk menghasilkan pemasukan bagi bumk dan juga untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan. Hasil panen sereh wangi ini kemudian disuling dan dijual kepada toke penampung sesuai dg harga yang berlaku ( biasanya merujuk ke harga pasaran yang berlaku di medan) 

Akan tetapi saat ini yang menjadi kendala di dalam penjualan minyak hasil sulingan serai wangi ini adalah harga jual yang fluktuatif, oleh karena iti masyarakat setempat sangat berharap  kepada pemerintah daerah gayo lues untuk dapat membuat kebijakan standarisasi bagi harga serai wangi sehingga petani tidak lagi merasa khawatir akan penurunan harga kedepan nantinya.( Ibnu )
×
Berita Terbaru Update