Notification

×

Iklan

Iklan

Melestarikan Seni Menuju Prestasi Ala SDN 15 Bandar Baru

Senin, 22 Maret 2021 | 14.57 WIB Last Updated 2021-03-22T07:57:27Z

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Sejumlah budaya dan kesenian tradisional telah diwariskan oleh para leluhur, akan tetapi banyak generasi penerus kurang berminat dalam menjaga dan melestarikannya. 

Warisan leluhur yang penuh dengan makna filosofi kian kehilangan tempat. Eksistensi kesenian tradisional kian tergerus kesenian kontemporer. Ironisnya ketika warisan budaya dan kesenian itu diklaim negara lain bangsa ini merasakan kehilangan dan tersulut amarah.

Keprihatinan atas kondisi di atas mendorong SDN Negeri 15 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya untuk memanfaatkan institusinya sebagai sarana mewariskan dan melestarikan kesenian tradisional. 

Dengan mengembangkan sekolah model kesenian tentunya bukan merupakan pekerjaan yang ringan di saat sekolah lain sedang giat-giatnya mengembangkan sekolah bertaraf.

Menciptakan branding atau citra sekolah sudah saatnya menjadi perhatian SDN 15, merupakan sekolah percontohan di Pidie Jaya.  

Usaha sekolah untuk mendorong siswa dalam mencapai kemajuan tidak pernah berhenti. Menyisir dari sejarah prestasi yang telah diperoleh oleh siswa-siswi, dan guru  SDN 15 Bandar Baru, maka sudah tepat dalam menetapkan branding sekolah seni, disamping tetap mendorong terus siswa dalam meraih prestasi akademik.

Sri Hidayati.Spd
 
Sri Hidayati, S.Pd selaku kepala sekolah bertekad mewujudkan cita-citanya untuk mewadahi bakat dan minat peserta didik sehingga dapat tersalur dan dapat menekan tingkat kenakalan pelajar. Bersama-sama dengan seluruh warga sekolah Bu Srik panggilan akrab kepala sekolah sekaligus piloting projek sekolah binaan LPMP / sekolah model di pidie Jaya ini, bertekad menjadikan SDN 15 Bandar Baru ini sebagai kiblat berkarakter dan bermutu khususnya di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh pada umumnya. 

Program yang dijalankan bukan program melawan kemajuan jaman akan tetapi bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mewariskan kesenian tradisional kepada peserta didik.

Tujuan sekolah model kesenian ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ketahanan budaya lokal di antara pesatnya budaya asing (yang belum tentu semuanya baik: “gaya hidup hedonis konsumtif”) yang senantiasa mengintai dan menggoda generasi muda untuk mengikutinya.

Harapan yang diinginkan dengan adanya ketahanan budaya, peserta didik akan dapat eksis di tengah kehidupan global tanpa harus tercerebut  dari akar budaya sendiri. 

Ketahanan budaya ini bersifat dinamis yang menyebabkan kebudayaan berakar, inovatif kreatif yang sanggup beradaptasi, dan menyerap secara kritis masuknya budaya asing, pangkasnya. (nas)

×
Berita Terbaru Update