Notification

×

Iklan ok

Ulil Azmi, Anak Yatim Penjual Martabak

Rabu, 03 Maret 2021 | 23.39 WIB Last Updated 2021-05-19T09:11:34Z

Ulil Azmi, Anak Yatim Penjual Martabak


Dok.foto Penulis Muhammad Syarif bersama  Ulil Azmi ( Kaos Hitam )


Tiba-tiba masuk pesan di group WhatsApp mantan kabilah UPTB e-Kinerja, ba`da magrib. Postingan tersebut di lempar oleh M.Taslim, ST, mantan pungagwa UPTB e-Kinerja PNS. Seorang pemuda paruh baya yang sedang berjualan martabak dan canai di daerah Peukan Bada- Aceh Besar, Banda Aceh. Dagangannya kurang laku, ia anak yatim asal Aceh Utara, putus sekolah, yuk mampir di coba dagangannya, enak makyus cuma Rp.5000,- perbungkus.

Tanpa berpikir panjang saya balas mohon di lacak lokasi pastinya. Karna wilayah Peukan Bada Aceh Besar dan Banda Aceh sulit dilacak. Taslim kembali “menscreenshot capture” komunikasi seputar perbincangan disosmed sosok insan paruh baya. Dengan semangat membara saya penasaran dan melacak lokasi penjualnya. Simerah berlari perlahan dengan tatapan mata melirik kiri dan kanan. 

Akhirnya lokasi yang dituju kurang dari 15 menit di temukan. Tepatnya lewat Masjid Peukan Bada, Aceh Besar pas di depan Mr. Pangkas. Tidak banyak mukaddimah saya meminta dibungkus 4 canai dan 4 martabak serta 2 juz naga. Saya mencoba memberanikan diri untuk bertanya, serta berdiskusi ringan dengan sosok pemuda yang belakangan bernama Ulil Azmi, warga Aceh Utara yang berikhtiar mengadu nasib di Aceh Besar dan Banda Aceh. Saat saya telisik, Ulil Azmi telah melakoni jualan selama 3 bulan. 

Jualannya terkadang kurang laku sebagaimana informasi yang beredar disosial media. 

Padahal setelah saya coba cicipi martabak dan canai racikan Ulil, rasanya makyus dan enak sekali. Mungkin tempatnya kurang strategis, sehingga kurang pengunjung. Jika dibandingkan dengan citarasa menu di warkop favorit tempat mangkal anak muda, cita rasanya masih makyus menu racikan Ulil Azmi. Harga damai cuma Rp.5000, (lima ribu rupiah) satu porsi. Saya doakan sukses adinda ulil azmi. Semangatnya luar biasa dan saya mengabadikan momentum ini. 

Pesan terakhirku jangan patah semangat, saya akan menjadi pelanggan setiamu. Ayo kita bantu anak yatim ini dengan berlangganan dan sebarkan informasi ini pada kolega anda. Ingat banyak cara dakwah! Menyebarkan informasi ini juga bagian dari kerja dakwah berdimensi pemberdayaan ekonomi umat.

Penulis : 
Sekjen DPP ISKADA Aceh, 
 Penikmat  Bandrex dan jahe dimasa pandemi covid-19
×
Berita Terbaru Update