Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Daging Meugang Capai Rp180 Ribu di Pijay

Senin, 12 April 2021 | 03.43 WIB Last Updated 2021-04-11T20:43:10Z

Daging meugang Idul Adha 1441 H, di Pusat pasar Bandar Dua, Pidie Jaya.

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Harga daging sapi pada tradisi meugang pada pasar tradisional di wilayah Pidie Jaya menjelang bulan Ramadhan mencapai Rp 170-180 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging tersebut dipicu meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah yang jatuh pada tanggal 13 April.

"Kenaikan harga daging tersebut terjadi karena tingginya permintaan saat tradisi Meugang di Aceh khususnya Pidie Jaya."

selain permintaan daging meningkat, harga beli hewan di tingkat peternak juga lebih mahal ketimbang hari-hari biasa. Meningkatnya harga beli hewan tersebut tersebut karena terjadinya peningkatan permintaan.

"Permintaan daging sapi menjelang bulan suci Ramadhan meningkat, tapi saat ini belum ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19."

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Pidie Jaya, M. Nasir melalui Kabid Perdangan, Azharyadi
mengatakan, harga daging diperkirakan akan kembali naik pada hari Meugang, dan diperkirakan mencapai Rp 180 ribu.

"Harga daging mulai hari ini dari laporan kita terima sudah 170 ribu per kilogram. Dan pada hari H (Meugang) itu 180 ribu per kilogram pada pagi hari, bisa jadi akan terus turun dan menjadi normal pada sore hari. Ini nantinya tergantung pembeli pada hari H, kalau sepi akan terus turun," kata Ari, Kepada Gemarnews.com, Minggu malam (11/4/2021).

Azharyadi mengaku, mahalnya harga daging lantaran pihaknya tidak dapat melakukan penetapan harga, sebab untuk penentuan harga langsung dilepas kepada pasar.

Tidak hanya itu, kata dia, pihaknya selaku otoritas yang selama ini mengawasi harga kebutuhan pokok juga tidak melakukan operasi pasar untuk harga daging.

"Untuk harga iya kita langsung lepas ke pasar, karena kita tidak bisa melakukan penetapan HET (Harga Eceran Tertinggi-red). Kan mereka juga jual daging segar. Untuk operasi pasar terhadap daging saat ini kita juga belum ada programnya, karena selama ini yang biasa kita lakukan untuk kebutuhan pokok lainnya," ungkapnya.

Dijelaskan, memang sudah menjadi tradisi di Aceh selama ini harga daging di Aceh terjadi kenaikan saat meugang dan juga hari-hari besar Islam lainya. 

Masyarakat tetap membeli daging sapi meskipun dengan harga yang mahal karena tradisi meugang menjelang Ramadhan merupakan tradisi turun-temurun di Aceh.

"Ini sudah menjadi tradisi meugang untuk menyantap daging bersama keluarga menjelang bulan suci Ramadhan, meskipun harganya mahal, tetap membeli walau tidak banyak," sebut Ary. (nas)

×
Berita Terbaru Update