Notification

×

Iklan

Iklan

Hubungan Ilmu Pemerintah dan Filsafat

Rabu, 26 Mei 2021 | 22.37 WIB Last Updated 2021-05-26T15:37:11Z

Oleh: Yulia Mita Sari, Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Syiah Kuala

Gemarnews.com, Opini - Secara etimologi filsafat berasal dari kata Yunani terdiri dari dua kata yaitu filos dan sophia filos artinya senang,gemar,dan cinta. sedangkan sophia dapat diartikan sebagai kebijaksanaan.

Oleh karena itu filsafat dapat diartikan sebagai suatu kecintaan kepada kebijaksanaan. filsafat itu menelaah hal-hal yang menjadi objeknya maka kalau kita menggunakan atau berfikir secara filsafat maka kita dapat memulai dari tahapan ontologi,tahapan epistemologi,dan terakhir tahapan Aksiologi.

Sebelum kita membahas tentang tahapan-tahapan cara berfikir filsafat yaitu dari ontologi,epistemologi dan aksiologi terlebih dahulu kita mencari tau pengertian dari filsafat itu sendiri. 

Banyak para ahli yang mendefinisikan filsafat namun secara ringkas kita dapat mengatakan bahwasanya filsafat itu  adalah berfikir secara sistematik mendalami melalui cara berfikir yang teratur dan tersusun menggenal kerangka sejak awal hingga akhir. pada akhirnya menemukan suatu  pengetahuan mengenal sasaran dari pada kajian ataupun dari pada kita berfikir objek yang kita berfikir sepertinya pemerintahan atau ilmu pemerintahan artinya saat kita ingin mencari tau tentang pemerintahan maka kita akan berfikir secara teratur dan secara tersusun sehingga kita mengenal kerangka dari pada ilmu pemerintahan  atau pemerintahan itu sendiri. 

Sehingga kita juga menemukan suatu ilmu pengetahuan apa itu pemerintah atau  apa itu ilmu pemerintahan maka pada dataran itu masuklah pada tahapan filsafat dengan kajian ontologi. Kesimpulannya filsafat itu adalah berfikir secara sistematik dan radikal terhadap sesuatu.

Apa itu radikal ? yang dikatakan radikal itu berfikir secara mendalam hingga menyentuh akar-akar persoalan ilmu pemerintahan. misalnya yang kita kaji dan yang kita pikirkan adalah pemerintahan  yang kita kaji adalah ilmu pengetahuan jadi kita berfikir secara mendalam hingga  menyetuh akar-akar persoalan yang ada dalam ilmu pemerintahan atau dalam pemerintahan itu sendiri. bahkan kita berfikir sampai kepada konsepkuensi-konsepkuensi yang timbul akibat adanya pemerintahan,dalam hal ini apabila kita berfikir secara filsafat supaya kita sampai pada hasil berupa pengetahuan ada dua hal yang perlu kita ketahui.

Yang pertama, pengetahuan yang kita capai adalah pengaduan yang benar saat kita berpikir atau mendalami ilmu pemerintahan sehingga kita melahirkan suatu pengetahuan maka pengetahuan itu ialah pengetahuan yang benar. 

Pengetahuan yang benar itu bagaimana? Bagaimana proses pengetahuan yang benar adalah berfikir secara sistematis dan tersusun secara radikal . 

Yang kedua, yang saling bertalian di dalam suatu pengetahuan itu jalan berfikir yang tepat untuk menemukan pengetahuan yang benar itu bagaimana pemikiran yang benar itu adalah berfikir secara metodologis sebagaimana syarat satu ilmu pengetahuan . maka kita dalam mendalami ilmu pemerintahan maka kita harus berfikir secara metodologis . kalau kita ingin menemukan kebenaran dalam ilmu pengetahuan pemerintahan. 

Itu banyak sekali yang harus kita jelaskan tentang kebenaran, pasti itu semua ada babnya tersendiri untuk menjelaskan konsep atau teori kebenaran. itu semua tidak mungkin kita jelaskan dalam opini ini karna sangat panjang.

Nah,dua ciri penalaran logis dan analitis kita dalam mengkaji ilmu pemerintahan, dalam mengkaji ilmu pemerintahan itu juga kita bisa penalaran secara logis dan analitis tiap dari penalaran mempunyai logikanya tersendiri namun bentuk dari penalaran mempunyai ciri-ciri utama yaitu berfikir logis dan berfikir analitis.  kesimpulannya dalam mengkaji,mendalami, mempelajari ilmu pemerintahan itu kita harus berfikir secara logis dan harus berfikir secara analitis
 bagaimana yang dimaksud dengan berfikir logis ? yang dimaksud dengan berfikir logis adalah suatu kegiatan berfikir di dalam otak kita yang berjalan menurut pola alur dan kerangka tertentu yaitu dengan adanya metodologi. jadi kerangka berfikir kita yaitu kerangka yaitu disebut dengan metodologi metodologi tertentu. menurut logika tertentu seperti itu,karna dia ada logika tertentu dan logika tidak tertentu.Maka suatu kegiatan berfikir secara tertentu itu dapat dikatakan secara logis.

Bagaimana yang dimaksud dengan berfikir analitis ? yaitu suatu penalaran merupakan kegiatan berfikir analitis dan dasar yang dipergunakan untuk hal ini ialah logika penalaran ,artinya penalaran ilmiah merupakan suatu kegiatan analitis yang menggunakan logika ilmiah dan demikian jugak penalaran lainnya menggunakn logika tersendiri pula jadi logika berfikir analitis adalah menggunakan logika penalaran sifat dari pada analitis itu sebenarnya adalah konsepkuensi.
 
Artinya kita berfikir adalah secara logis, setelah ada berfikir logis maka kita lanjuti berfikir secara analitis jadi kita berfikir berdasarkan langkah-langkah yang telah dikonsepkan oleh logika berfikir.

Jadi tindak lanjut dari berfikir logis diteruskan dengan berfikir analitis maka kita dalam mencari,menemukan dalam ilmu pemerintahan atau mendalami ilmu pemerintahan pertama kita harus berfikir logis dan kemudian kita berfikir analitis maka kalau kita sudah berfikir logis dan analitis kita akan menemukan kebenaran atau konsep-konsepkuensi atau pun hambata atau kendala yang ada dalam ojek kajian kita dalam mendalami ilmu pemerintahan.

Kesimpulannya untuk menemukan kebenaran konsepkuensi ,kendala dan hambatan ,pengembangan dari pada pemerintahan yang menemukan hakikat dari pemerintahan maka kita harus menggunakan filsafat,dimulai dari tahapan Ontologi tahapan epistemoligi dan kepada tahapan Aksiologi 
Nah,dalam opini ini kita menekankan proses hubungan antara filsafat dengan ilmu pemerintahan 
Apa hubungannya ? 

hubungannya adalah untuk menemukan kebenaran dalam ilmu pemerintahan dan konsep-konsepkuensi dalam ilmu pmerintahan dan menemukan kendala dalam ilmu pemerintahan dan menemukan hakikat sebenarnya ilmu pemerintahan hanya dapat dilakukan dalam filsafat. (*)
×
Berita Terbaru Update