Notification

×

Iklan

Iklan

Di masa pandemi covid 19 neraca keuangan daerah stabil, ini penjelasan Bupati Aceh barat daya

Selasa, 08 Juni 2021 | 23.37 WIB Last Updated 2021-06-08T16:37:03Z

Gemarnews.com, Blangpidie - Kabupaten Aceh barat daya tidak jauh berbeda dengan wilayah lain di Indonesia yang ikut terimbas pandemi  covid 19, sehingga mengakibatkan adanya perubahan dan tata kelola anggaran yang sudah di atur sesuai dengan aturan keuangan di masa pandemi saat ini, Selasa (8/6/2021).

Perubahan aturan yang mengharuskan adanya refocusing anggaran di seluruh Indonesia  juga berlaku untuk kabupaten Aceh barat daya sehingga menyebabkan dana menumpuk di kas daerah, refocusing ini juga menyebabkan keterlambatan realisasi pengamprahan  anggaran di tahun 2021 ini.

Bupati Aceh barat daya Akmal Ibrahim kepada awak media menjelaskan, bahwa kabupaten Aceh barat daya ditengah pandemi covid 19 ini tidak terlalu  berdampak dengan  kondisi keuangan daerah yang masih relatif aman.

"Abdya Alhamdulillah kondisi keuangan kita masih stabil di tengah pandemi covid 19 saat ini,  tidak seperti daerah yang lain yang makin merosot keuangannya akibat pandemi  ini, tentunya berkat komunikasi Kita yang selama ini terjalin baik antara legislatif dan eksekutif di Abdya" kata Akmal Ibrahim

Namun dirinya juga merasa kwatir saat ini dana sudah banyak menumpuk di kas daerah selain terlambat pengamprahan anggaran 2021 juga saat ini para kontraktor  terkesan enggan menarik dana 30 persen sebagai uang muka pekerjaan proyek.

" Aneh memang kayaknya kontraktor kita di Abdya ini, mereka tidak mau menarik uang muka dulu sebanyak 30 persen untuk dana awal pekerjaan, inilah salah satu sebab juga dana menumpuk di kas daerah kita saat ini " lanjut Akmal ibrahim yang juga sebagai mantan wartawan senior di Aceh.

kita ketahui bahwa Refocusing anggaran Mei 2021, Kemudian uang dari pusat masuk ke kas daerah juga bulan Mei. Antara masuk dan keluar sama,akibatnya dana menumpuk di kas daerah.

" Sebenarnya, contoh misalkan posisi kas daerah sekarang di atas Rp200 miliar. Padahal normal kas daerah Rp150 miliar. Kenapa tidak ada realisasi, karena selama ini tengah proses refocusing anggaran, Maksud saya supaya kontraktor untuk ambil uang muka, supaya realisasi keuangan kita pada semester ini bisa di atas 20 persen sebagaimana  diharapkan pusat, apalagi pemerintah pusat selalu memantau kita” lanjutnya lagi.

Harapan inilah yang di harapkan oleh bupati Aceh barat daya kepada semua pihak khususnya rekanan pemegang proyek agar bersama sama membantu supaya perekonomian masyarakat cepat berputar lazim sebagai mana mestinya.(*)
×
Berita Terbaru Update