Notification

×

Iklan

Iklan

Program HAN Sehari Menjadi Pemimpin, Wali Kota Jamu 4 Rangers Aceh

Kamis, 29 Juli 2021 | 12.23 WIB Last Updated 2021-07-29T05:23:58Z

Gemarnews.com, Banda Aceh – Empat anak dari empat kabupaten/kota di Aceh, yakni Lolandra (Aceh Tengah), Miftahul Fahmi (Sabang), Siti Safura (Banda Aceh) dan Nur Aini (Abdya) tak menyangka bisa duduk semeja dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Selasa (27/7/2021) malam, mereka yang berperan sebagai Kapolda Aceh (Lolandra), Ketua DPRA (Miftahul Fahmi), Kepala Dinas Kesehatan (Siti Safura) dan Kepala Bappeda (Nur Aini) disambut dengan hangat oleh Wali Kota dan istri Hj Nurmiati AR di pendopo.

Keempat anak yang disebut dengan 4 Rangers ini merupakan anak-anak hebat yang terpilih pada program ‘Sehari Menjadi Pemimpin’ yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Aceh tahun 2021.

Program ini merupakan kerjasama pemerintah dengan UNICEF.

Wali Kota Aminullah sendiri sangat bahagia bisa membimbing langsung para pemimpin muda tersebut. Ia yang mengenakan jas lengkap dengan lambang garuda di dada sebelah kanan. Wali Kota Aminullah menyambut kedatangan para pemimpin sehari itu layaknya menyambut pejabat pemerintah yang melakukan pertemuan resmi dengan dirinya.

Kegiatan ini berlangsung dengan menjalankan prokes ketat. Para pemimpin sehari datang menggenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk pendopo dan diukur suhu tubuh.

Saat pertama tiba, keempat anak masih usia SLTA sederajat itu didampingi Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida dan Kabid Perlindungan dan Anak DP3AP2AKB, Risda Zuraida.

Hadir juga para panitia peringatan HAN dan beberapa perwakilan UNICEF.

Aminullah langsung mengajak 4 Rangers itu ke ruang VVIP Pendopo Wali Kota yang terletak di kawasan Blang Padang. Di ruangan tersebut, keempat anak ini diberikan waktu untuk ngobrol dan diskusi dengan wali kota.

Usai dari ruang VVIP, Aminullah dan istri mengajak mereka ke ruang tengah pendopo. Di sana telah tersedia meja bulat lengkap makanan dan minuman tersaji di atas meja.

Aminullah ternyata menjamu anak-anak itu untuk makan malam. Hebatnya lagi, mereka duduk semeja dengan orang nomor satu di Banda Aceh itu.
“Saya malam ini merasa bahagia bisa menyambut anak-anak hebat. Ini ada Pak Kapolda, ada Pak Ketua DPRA, ada Ibu Kadis Kesehatan dan Ibu Kadis Bappeda,” kata Aminullah sambil menyebut jabatan-jabatan yang diperankan keempat anak tersebut.

Wali Kota berharap, 4 Rangers suatu saat itu benar benar menjadi pemimpin masa depan Aceh.

Dalam kesempatan ini, banyak hal yang disampaikan wali kota terkait keberhasilan ia dan jajaran membangun Kota Banda Aceh. Mantan Dirut BPD itu juga menjawab semua pertanyaan yang diajukan papa pemimpin sehari.

Ia juga menyampaikan apa-apa saja yang dibutuhkan seorang pemimpin dalam menggerakkan organisasi.
“Malam ini kita berbicara tentang kepemimpinan. Ini bersama kita ada empat anak muda calon pemimpin masa depan. Pemimpin itu, bagaimana bisa menggerakkan orang lain untuk mencapai satu tujuan bersama,” ujar Aminullah mulai membahas tentang kepemimpinan.

Katanya, kriteria utama pemimpin adalah beriman dan amanah. Kemudian visioner , cerdas dan berinisiatif.
“Untuk mencapai keberhasilan, seorang pemimpin harus visioner, mampu merancang pembangunan yang berkelanjutan,” kata Aminullah.

Kriteria lainnya bertanggungjawab, kemudian harus mampu menjadi sosok pemimpin yang mencintai dan dicintai masyarakatnya sehingga selalu merasa dekat dengan rakyat.
“Lihai berkomunikasi dan percaya diri juga kriteria yang harus dimiliki,” tambah Aminullah.

Kemudian lanjut sosok yang memimpin sejumlah organisasi ini, seorang pemimpin harus taat aturan, yakni harus menjalankan roda organisasi sesuai aturan sehingga tidak bermasalah dengan hukum.
“Mampu membangun net working juga sangat penting. Dengan semua elemen. Seperti yang kita lakukan, dengan APBK 1,2 T tidak mungkin mampu mengakomodir aspirasi masyarakat dalam membangun. Tapi kita bisa cari solusi karena kita bangun komunikasi, bangun net working dengan pusat, dengan swasta maupun dengan pihak lain,” ungkap Aminullah.

Kriteria selanjutnya, bisa menjadi sentral figur dan panutan publik. Kriteria ini dituntut mampu menunjukkan sikap sebagai sosok yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Kemudian harus humoris, ini perlu agra tetap rileks dalam mengatasi padatnya jadwal menjalankan sehari. Selain itu harus serba bisa. Saya sampai hari ini terus belajar, banyak membaca dam selalu update informasi agar memiliki pengetahuan di berbagai bidang,” ungkap Aminullah.

Tak mengherankan, lanjutnya ketika saat ini Banda Aceh telah meraih berbagai pencapaian, yakni beragam prestasi dan penghargaan.

Beragam pencapaian itu sangat mudah diukur, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi nomor 2 terbaik di Indonesia dengan angka 85, 41.

Indikator lain, lanjut wali kota angka kemiskinan jauh menurun. Meski Aceh daerah termiskin di Sumatera dengan angka 15 persen lebih, tapi Banda Aceh angka kemiskinannya sangat kecil, yakni 6,9%.

Keberhasilan-keberhasilan itu merupakan hasil dari kerja cerdas dan kerja keras para pemimpin di Banda Aceh.

Seperti hadirnya Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Mahirah Muamalah menjadi salah-satu faktor penting menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran. Lewat Mahirah, para pelaku usaha di Banda Aceh sangat mudah mendapatkan modal usaha.
“Sebelumnya mereka sulit berkembang karena berurusan dengan rentenir. Saat Mahirah belum ada 80% pelaku usaha kecil ketergantungan pada tengkulak. Saat ini hanya tersisa 2% saja,” ungkap Aminullah.

Di akhir pertemuan, Wali Kota menghadiahkan buku ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’ kepada para pemimpin sehari tersebut.

Dari buku itu, mereka diharapkan bisa belajar banyak tentang kepemimpinan karena secara detail kiprah Aminullah mulai merancang program hingga merealisasikannya ditulis dengan detail.(*)
×
Berita Terbaru Update