Notification

×

Iklan

Iklan

Stok Vaksin Menipis di Aceh Besar, Kadis Dinkes : Dosis Pertama Kosong

Jumat, 30 Juli 2021 | 17.26 WIB Last Updated 2021-07-30T10:26:52Z

 
Gemarnews.com, Aceh Besar - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar Anita menyatakan stok vaksin di daerahnya mulai menipis, sampai hari ini hanya tersisa dosis suntikan kedua, sementara untuk dosis pertama sudah tidak tersedia lagi. 

"Stok vaksin kemarin masih kosong kita. Kosongnya untuk penyuntikan pertama, tapi kami punya stok untuk yang suntikan dosis kedua," kata Anita yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Anita mengatakan, dosis yang dipersiapkan untuk penyuntikan kedua itu tidak bisa diberikan kepada yang kami berikan kepada yang pertama. Karena ditakutkan tidak dapat memenuhi kebutuhan terhadap yang menjalani vaksin kedua. 

Anita menyampaikan, kekosongan vaksin tahap pertama itu terjadi di semua Puskesmas dan rumah sakit di Aceh Besar. Karena itu bagi masyarakat yang ingin mengikuti vaksin pertama, maka harus menunggu sampainya dosis baru. 

"Di Puskesmas kita tahan dulu untuk dosis pertama, tunggu vaksin yang baru. Nanti kalau kita berikan kepada pertama, tidak ada lagi vaksin untuk orang yang sampai waktunya untuk dosis kedua," ujarnya. 

Anita belum bisa menyebutkan berapa jumlah pasti vaksin dosis kedua yang tersisa saat ini, hal itu karena proses penyuntikan masih berjalan, dan terus berkurang. 

Baca juga: Tingkat kepatuhan warga Abdya jalani vaksinasi nomor tiga se-Aceh

"Jumlah tersisa pastinya belum tahu berapa. Karena setiap hari ada penyuntikan dan itu terus berkurang. Data kemarin dan hari ini belum bisa terhitung," kata Anita.

Terkait kekurangan ini, kata Anita, pihaknya sudah membahasnya dengan Pemerintah Aceh dalam hal ini Sekda Aceh Taqwallah dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif. Di mana disampaikan bahwa dosis vaksin akan segera diterima lagi. 

"Kita sudah duduk, dan sementara untuk vaksin dosis pertama dihentikan dulu, sambil kita menunggu kedatangan dosis vaksin selanjutnya," demikian Anita.
×
Berita Terbaru Update