Notification

×

Iklan

Iklan

Jacob Ereste : Profesor Yudhi Latief & Profesor Kamarudin Hidayat : Hakekat Spiritual Untuk Mengungkap Yang Tidak Terlihat dan Tidak Terdengar

Minggu, 12 Desember 2021 | 21.57 WIB Last Updated 2021-12-12T14:57:14Z

Pondok Labu, 12 Desember 2021
Gemarnews.com, Jakarta - Di dunia spiritual, hanya ada istilah datang dan pergi. Tidak ada istilah, meninggalkan ujar Prof. Kamarudin Hidayat, mengulik laku spiritual dari bilik filsafat.

Sedangjan Prof.Yudhi Latief meyakinkan bahwa suatu karya besar itu bisa dilahirkan karena disertai imajinasi spiritual yang luar biasa. Sementara tradisì berkumpul para tokoh seperti yang terjadi pada hari, katanya sekedar membuat jaddah dari rutinitas sikap penindasan, entah dari siapa dan dalam bentuk apa saja dalam kegiaran keseharian yang kita dilakukan, kata mantan Ketua BPIP yang secara gentel dan terpuji mengundurkan diri dari jabatan empuk itu.

Prof. Yudhi Latief juga meyakinkan hadirin bahwa laku spiritualitas itu mampu melihat yang tidak terlihat, dan memiliki kemampuan mendengar hal-hal yang tidak terdengar.

Acara diskusi lintas agama yang diselenggarkan Wihara Theravada, Pondok Labu Jaiarta yang dikelola Banthe Damma Subbho, melakukan ragam macam kegiatan hingga puncak acaranya pada hari Minggu, 12 Desember 2021 dengan mengundang sejumlah tokoh diantaranya Prof. Kamarudin Hidayat, Prof.Yudi Latief dan salah seorang Pemimpin Spiritual Indonesia, Eko Sriyanto Galgendu.

Para pembaca do'a yang diwakili oleh semua agama yang ada, Eko Sriyanto Galgendu selaku Pemimpin Spuritual di Indonesia berkenan membacakan doa dalam bahasa bumi.

Acara dimulai dengan  puja-pujana yang dilanjutkan dengan prosesi memberian makan kepada para Bhikku sebagai simbol dari cinta dan kasih untuk kemakmuran manusia di bumi.

Seni tari Tarawangsa yang mengekspresikan tentang rasa, maknanya bukan cuma yang bisa dilihat sebagai tontonan semata dari Paguyuban Sunda Wiwitan ini, terapi makna yang tersirat dapat dipahahi dengan pemahanan spiritual yang telah diwariskan para leluhur.

Usai menyambut hadirin dan undangan, Banthe Damma Subbho Thamatera selaku penyelenggara, membagi-bagikan cendramata untuk semua tamu serta undangnya yang  terhormat.

Bingkisan itu memang hanya diperentukkan oleh Banthe Damma Subbho memang hanya untuk tamu undangan yang spesial pula, àtas nama pengelola Wihara Sangga Theravada Indonesia, Jl. Margasatwa No. 9 Pondok Labu, Jakarta. (*)



×
Berita Terbaru Update