Notification

×

Iklan

Pertamina Masih Selidiki Penyebab Meledaknya Pipa Gas di Prabumulih

Senin, 09 Mei 2022 | 18.50 WIB Last Updated 2022-05-09T11:51:49Z

Dok Foto : Ledakan pipa gas milik pertamina di Prabumulih, Sumatera Selatan.


Gemarnews.com, Prabumulih - Pipa gas milik Pertamina Stasiun Kompresor Gas (SKG 1) di Desa Kemang Tanduk, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Sumatera Selatan meledak dan menyebabkan dua orang mengalami luka bakar.


Kedua warga yang mengalami luka bakar itu adalah K (52) dan N (47). Mereka saat ini telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.


Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pun pihak Pertamina tengah melakukan investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan tersebut.


Menurut Siswandi, kebakaran itu terjadi pada Senin (9/5/2022) sekitar pukul 6.10 WIB. Lokasi kebakaran saat ini telah disterilkan untuk dilakukan penyeledikan.


"Untuk penyebab ledakan masih diinvestigasi dari pihak Pertamina. Untuk api sudah tertangani 1 jam pasca ledakan. Korban saat ini berada di Rumah Sakit Pertamina," kata Siswandi saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Senin (9/5/2022).


Senior Manajer Relation Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Yudy Nugraha menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan investigasi terkait kejadian ledakan pipa gas tersebut.


Sebab, lokasi ledakan itu berada di belakang pagar antara fasilitas operasional Pertamina (EP) PEP Limau Field dan PT Titis Sampurna.


"PEP Limau dan PT Titis Sampurna sedang melakukan investigasi bersama mengetahui penyebab kebakaran. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak pemerintah daerah terkait," jelasnya.


Untuk kedua korban, mengalami luka bakar hampir 50 persen. Selain itu, motor yang dikendarai korban juga hangus terbakar. Saat ini keduanya sedang menjalani perawatan penuh di rumah sakit milik Pertamina.


"Kami bertanggung jawab sepenuhnya. Rencananya kedua korban akan dibawa ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang," ujarnya. (*)


Sumber : Kompas.com

×
Berita Terbaru Update