Notification

×

Iklan

Sawahnya Sering Terendam Banjir, Masyarakat Sampaiakan Aspirasi ke Nasir Jamil

Rabu, 04 Mei 2022 | 21.39 WIB Last Updated 2022-05-04T14:39:35Z
Dok Foto : Istimewa

Gemarnews.com, Pidie - Sejumlah tokoh perwakilan masyarakat Gampong Lada Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie, memanfaatkan moment silaturahmi lebaran dengan menyampaiakan sejumlah aspirasi kepada Anggota DPR - RI asal Aceh, M.Nasir Jamil pada Rabu (4/5).

Salah satu aspirasi masyarakat yang disampaiakan seringnya tanaman padi di daerah Gampong Lada dan desa sekitar yang sudah ditanam terendam banjir akibat limpahan air dari jaringan saluran yang sempit.

Setelah menerima keluhan tersebut,  M.Nasir Jamil langsung mengajak masyarakat untuk melihat langsung lokasi saluran yang dimaksud.

Setelah melihat secara langsung Nasir Jamil menyampaiakan rasa prihatin dengan kondisi saluran yang sudah banyak yang patah juga ukuran saluran  terlalu sempit, sehingga tidak mampu menampung debit air dari saluran dari hulu, sehingga  menyebabkan luapan air merendam  padi di sawah masyarakat.

"Melihat kondisi lapangan segera  saya sampaiakan ke Dinas terkait  tingkat Provinsi, ini menyangkut hidup petani di sini,  perlu perhatian dan penanganan segera,  ujar M.Nasir Jamil serius.

Persoalan ini sudah sangat meresahkan petani, kalau tidak ditangani segera rehabilitasi jaringan irigasi, akan berakibat fatal terjadi gagal panen dari puluhan hektar sawah, ujar Nasir Jamil.

Menurut kepala desa Gampong Lada Tgk Razali M.Taleb hampir tiap tahun warga petani  Gampong Lada dan desa sekitar mengeluh dan kecewa karena tanaman padi yang sudah ditanam  terjadi limpahan air dari saluran yang sempit, sehingga petani selalu mengalami kerugian.

Kalau tanamannya terendam, hasil panen  didapat juga tidak maksimal, karena banyak butir padi  tidak berisi, sedangkan tanah  sawah jadi kolam karena air melimpah,  ujar kades yang oernah mondok di dayah abu Tanoh Mirah Peusangan.

Ada sekitar 432 KK yang terlibat langsung dalam pengelolaan sawah dengan memanfaatkan air dari saluran dan sangat berdampak bagi  petani dari  8 desa yaitu Lhok Usi, Usi Campli, Usi Mesjid, Me Tanjong, Cot Usi, Jojo, Gampong Lada dan Burueuh Jiem, rinci Tgk Razali.

"Tiap musim panen petani selalu kecewa karena hasil yang didapat selalu tidak sesuai dengan pengeluaran, ibarat tulak tong tinggai tem" ujar Tgk Razali Taleb bertamsil.

Tapi apa boleh buat karena masyarakat tidak ada pekerjaan lain, selain bekerja disawah, jadi walau tidak balik modal (rugi) masyarakat tetap menekuni pekerjaan jadi petani sawah yang sudah digeluti turun temurun, ungkap Tgk Razali.

Saat ini petani pasrah, bahkan rencana mereka tidak akan turun kesawah pada musim tanam ini, karena kondisi  lebih banyak modal dari pada keuntungan  hasil yang di dapat

Menurut Tgk Razali didampingi 
Keujrun blang  Miswar Hanafiah
luas sawah yang menjadi ekses akibat kecilnya saluran tersebut lebih kurang 140 ha, panjang saluran yang perlu diperlebar lebih kurang 2700 meter, jelasnya.

Kemudian luas sawah yang sudah  berlumpur  akibat meluapnya air saluran sekitar 90 ha, luas sawah yang panennya kritis (sawah  biaya operasionalnya lebih besar dari hasil panen) lebih kurang 75 ha, sawah  gagal panen akibat luapan tersebut lebih kurang 10  ha, jelasnya.

Warga petani dari 8 desa tersebut meminta pada pemerintah melalui M.Nasir Jamil agar bisa  membantu  menyampaiakan aspirasi ini agar segera ditangani 
dinas tertkait karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. 

Pihaknya sudah bosan dan kecewa dengan sistem musrenbang,   hampir tiap tahun di usul tapi sampai kini tidak pernah terealisasi, ujar kades Gampong Lada  dengan wajah kecewa.[]

Pewarta : Iskandar
×
Berita Terbaru Update