Notification

×

Iklan ok

Keuchik di Abdya Pertanyakan Pencairan Dana ADG, Pemerintah Daerah Dinilai Lamban

Selasa, 07 Mei 2024 | 13.16 WIB Last Updated 2024-05-07T07:25:14Z

GEMARNEWS.COM , BLANGPIDIE - Keuchik di Kabupaten Aceh barat daya (ABDYA) kecewa dengan lambat dan lambannya pencairan alokasi dana Gampong (ADG) oleh Pemerintah Abdya, ,hal ini sangat berpengaruh pada roda pemerintahan desa mengingat dana ADG tersebut terdapat penghasilan tetap (Siltap) bagi seluruh Aparatur Gampong, senin (6/5/2024)

Dalam kunjungan dan silahturahmi beberapa Keuchik yang mengatasnamakan perwakilan forum Keuchik Abdya ke kantor Badan keuangan daerah setempat, bahwa saat ini seluruh Keuchik mempertanyakan kapan pastinya dana ADG tersebut bisa di cairkan kepada pemerintah daerah, apalagi seluruh aparatur yang ada di desa saat ini sudah menanyakan hak Siltap mereka.

" Kami sengaja datang ke badan keuangan ini, untuk menanyakan kenapa dana ADG belum juga dicairkan, karena hal ini sangat penting mengingat Siltap atau gaji aparatur yang sampai saat ini belum terbayarkan, oleh karena itu kami pertanyaan kepada badan keuangan dimana kendala sebenarnya, kata osha yurahman Selaku ketua perwakilan Keuchik yang hadir.

Sementara itu kepala badan keuangan daerah Abdya Fakhruddin menjelaskan keterlambatan pencairan dana ADG bukan semata mata kesalahan dari pemerintah daerah, namun kondisi keuangan dan regulasi saat ini yang agak berbeda dari tahun tahun sebelumnya,.

Fakhruddin menjelaskan bahwa dana ADG merupakan prioritas pemerintah daerah, dana yang bisa di pakai saat ini bersumber dari dana DAU Bebas yang di transfer oleh pusat setiap bulannya yaitu 27 miliar itulah yang bisa di pakai untuk pembayaran ADG, kenapa demikian karena pendapatan daerah (PAD) kita kecil sehingga kita tidak mampu melakukan pembayaran dengan mengandalkan PAD, karena 27 M itu sendiri sudah terpakai untuk UP perdinas dan kegiatan lain yang di luar DAU bebas, 16 M saja sudah terpakai untuk pembayaran gaji PNS dan PPPK sehingga ada kelebihan dana sebesar 10 M, untuk tahap 1 saja kita butuh dana sebesar 7 M lebih untuk pembayaran ADG, itulah kenapa kami bermaksud membayar Siltap per bulan supaya jangan terjadi keterlambatan, sebab kendala kemarin itu terlambatnya Peraturan Bupati (Perbup) karena ada juga sebagian kampung / desa membuat APBG nya Menunggu Perbup selesai itulah yang menjadi kendala, tapi jika seandainya perbup bisa siap di bulan Januari maka pemerintah daerah bisa membayarkan Siltap nya perbulan.

" Kita tetap komitmen menyelesaikan 
Persoalan ADG ini, namun harap bersabar kita sampaikan dulu ke pimpinan " lanjut Fachruddin 

Dalam diskusi yang seru di ruangan kepala Keuangan abdya tersebut, sejumlah Keuchik yang hadir menyatakan kurang puas dengan penjelasan dari kepala keuangan Fachruddin namun demikian para Keuchik tetap menunggu jawaban pasti dari pimpinan daerah perihal pencairan dana ADG 

" Kita tetap menunggu apa keputusan pimpinan terhadap pencairan dana ADG ini, jika tidak ada kejelasan dalam 2 hari ini maka kita akan duduk kembali untuk mengambil sikap, kita datang ke kantor keuangan ini menghormati pimpinan, tidak mungkin langsung melangkah menjumpai Pj Bupati, apalagi saat ini aparatur sudah mempertanyakan hak Siltap mereka, kita takutkan nanti akan ada aksi yang tidak kita inginkan " kata osha kembali
×
Berita Terbaru Update