Gemarnews.com, Aceh Besar – Langit pagi itu begitu cerah. Udara sejuk menyambut detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di halaman Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Para pegawai tampak anggun dalam balutan pakaian adat dari berbagai daerah, menambah nuansa khidmat sekaligus meriah.27/8/2025.
Di tengah barisan peserta, Ari Maulana—mahasiswa magang dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), UIN Ar-Raniry—merasa haru sekaligus bangga. Baginya, kesempatan mengikuti upacara di lembaga yang menyimpan Arsip Tsunami Samudra Hindia yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World (MoW) merupakan pengalaman yang tak ternilai.
“Saya mendapat kepercayaan sebagai pembawa teks Pancasila. Itu adalah sebuah kehormatan besar. Tidak semua mahasiswa magang bisa mendapat kesempatan seperti ini. Saya merasa sangat bangga bisa berdiri di barisan upacara bersama para pegawai BAST – ANRI,” ungkap Ari Maulana dengan mata berbinar.
Suasana menjadi hening ketika bendera Merah Putih mulai dikibarkan. Lagu Indonesia Raya berkumandang, membuat Ari merinding. Momen ketika teks Proklamasi dibacakan pun menjadi titik yang paling membekas di hatinya.
“Rasanya seperti kembali diingatkan pada perjuangan para pahlawan. Saya jadi semakin sadar bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan datang dengan mudah,” tambah Ari.
Belajar Tanggung Jawab dan Kerja Sama
Tak hanya hadir sebagai peserta, Ari juga ikut membantu persiapan sebelum upacara. Dari situ, ia belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Menurutnya, upacara bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah proses yang mengajarkan nilai kebersamaan.
Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami – ANRI, Muhammad Ihwan, S.Sos., M.Sos., turut memberikan apresiasi.
“Kami senang mahasiswa magang bisa ikut berpartisipasi penuh dalam upacara ini. Kehadiran mereka menambah semangat baru dan menunjukkan bahwa generasi muda juga punya kepedulian terhadap sejarah dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Refleksi Seorang Mahasiswa Magang
Bagi Ari, pengalaman ini bukan sekadar catatan magang, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan pribadinya. Ia merasakan bahwa mengikuti upacara di lembaga pengelola arsip tsunami dunia bukan hanya mengingatkan pada sejarah, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab untuk menjaga nilai persatuan bangsa.
“Saya belajar banyak hal di sini. Bukan hanya soal arsip, tapi juga tentang nasionalisme, disiplin, dan rasa syukur. Upacara ini akan selalu saya kenang sebagai salah satu momen terbaik selama masa magang saya di BAST – ANRI,” tutup Ari penuh rasa bangga.pungkasnya.