Notification

×

BRA Kunjungi Sekolah Pascasarjana dan Prodi MDRK USK

Rabu, 17 September 2025 | 13.40 WIB Last Updated 2025-09-17T06:41:05Z

Laporan: Fohan Muzakir

GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Dr (Cand) Jamaluddin, bersama jajaran Deputi dan Sekretariat melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa, 16/9/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua BRA, Jamaluddin, Deputi I, Fauzan Azima Deputi II, Yulian, Direktur Deputi I, Hajina Putri, Kasubbag Hukum, Masfirah serta Kabid Hukum, Ghazi, 

Sedangkan dari pihak Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, dihadiri Wakil Direktur Bidang Akademik, dan Wadir Non Akademik, Ketua Prodi Magister Damai dan Resolusi Konflik, serta beberapa dosen dan staf akademik.

Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, S.TP., M.Sc, mengatakan pentingya sinergi perguruan Tinggi dan Institusi BRA, terutama keberadaan lembaga Pendidikan Tinggi dalam upaya mengisi perdamaian paska konflik di Aceh. 

"Tentunya perjanjian kerjasama yang telah terajut dengan baik antara kedua belah pihak dapat menjadi kekuatan bagi Aceh dalam menjaga perdamaian yang alhamdulilah beberapa waktu lalu dirayakan even dua dekadenya" katanya.

Ditambahkan, kedatangan BRA bertujuan untuk membahas tindak lanjut perjanjian kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) antara BRA dengan Sekolah Pascasarjana USK, serta perjanjian implementasi kerja sama (Implementation Agreement/IA) dengan Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK). 

Sementara itu, Ketua BRA, Dr (Cand) Jamaluddin, menjelaskan tentang pentingnya manajemen pikiran pada setiap individu anak bangsa di Aceh dalam mengisi perdamaian, bukan malah mengedepankan infrastruktur. 

"Betapa pentingnya dunia Perguruan Tinggi dalam mendidik anak-anak bangsa di Aceh terutama anak korban konflik dan para eks kombatan agar memperoleh pendidikan dibidang perdamaian terutama adanya peluang afirmasi yang diberikan oleh USK dalam rekruitmen calon mahasiswa pada program studi Magister Damai Dan Resolusi Konflik (MDRK)" jelasnya.

Dikatakan, keberadaan BRA kedepan agar terus menjadi sebuah intitusi di Aceh yang terus menyuarakan misi rekonsiliasi dalam mengisi perdamaian Aceh.

Jamaluddin menjelaskan dibeberapa negara didunia yang berubah numenklaturnya dari badan reintegrasi berubah menjadi institusi Pendidikan. 

"BRA sendiri harapanya kedepan lembaga BRA tidak hanya berperan dalam proses reintegrasi, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi Badan Resolusi Konflik Aceh" pungkasnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update