GEMARNEWS.COM, PIDIE - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momen penuh makna bagi masyarakat Aceh. Di Gampong Rambong Meunasah U Gadeng Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie, perayaan Maulid yang digelar pada Minggu (09/11/2025) berlangsung khidmat dan meriah dengan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial.
Maulid Nabi menjadi momen yang penuh makna dengan kegiatan yang diwarnai santunan anak yatim-piatu, pembacaan shalawat, dan doa bersama sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat dengan berbagi kebahagiaan dan kasih sayang kepada anak-anak yatim.
Imum Meunasah U Gadeng, H.Tgk.Saifullah menjelaskan kegiatan yang mereka laksanakan tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan anak-anak yatim semata, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat setempat antar sesama.
Geuchik Gampong Rambong, Ir. Sammi Abdullah mengatakan Tradisi memperingati kelahiran Rasulullah SAW di Aceh memiliki kekhasan tersendiri.
Bagi masyarakat, Maulid bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan meneguhkan rasa solidaritas antar warga. Perayaan ini bahkan dapat berlangsung hingga empat bulan lamanya, sejak Rabiul Awal hingga Jumadil Akhir, menandai kuatnya tradisi keagamaan di tanah Serambi Mekkah.
kegiatan dimulai dengan zikir dan doa bersama yang diikuti warga dari berbagai kalangan. Suasana religius menyelimuti seluruh acara yang dipenuhi lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Usai doa bersama, panitia menyerahkan santunan kepada 15 anak Yatim - Piatu, berupa Uang Santunan, Nasi Maulid dan Sembako sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat. Momen itu menjadi puncak acara, disambut dengan rasa haru dan kebersamaan yang kental.
“Makna Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga meneladani akhlaknya dalam berbagi kepada sesama,” ujar Keuchik Gampong Rambong.
Sementara itu, Ketua Panitia, Iskandar mengungkapkan terima kasih atas dukungan warga dan para donatur. “Kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga. Maulid menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” katanya.
Bagi masyarakat Aceh, Maulid Nabi selalu menjadi simbol cinta Rasul sekaligus ruang mempererat silaturahmi. Di balik lantunan zikir dan hidangan kenduri, tersimpan pesan tentang kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama—nilai-nilai yang terus hidup di hati masyarakat.
Iskandar juga mengucapkan Terimakasih kepada Para Dermawan baik yang ada di Rambong maupun di perantauan yang sudah ikut menyumbang , kepada Toke Bustaman , Panitia Maulid, Pemuda dan masyarakat Desa Rambong Meunasah U Gadeng demi sukses nya acara Maulid , semoga menjadi amal jariah di Akhirat nantik, ,tuturnya.