GEMARNEWS.COM, TAKENGON
– Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh
Tengah Ir. Andalika ST, melansir data kerusakan bencana Hidrometerologi priode
tanggal 29 November hingga tanggal 9 Desember 2025, ada 94 titik lokasi daerah pengungsian berjumlah
total 34.238 jiwa.
Masyarakat yang mengungsi tersebut berasal dari 92 desa serta
pengunjung yang terdampak di Kabupaten Aceh Tengah berjumlah 587 jiwa,
sementara itu kampung yang masih terisolir berjumlah 83. Jum’at (12/12/2025)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Aceh Tengah Ir. Andalika ST, menyebutkan “wilayah terdampak saat ini
berjumlah 14 kecamatan.”
Jumlah korban meninggal dunia 24 jiwa, jumlah orang hilang
hingga saat ini 4 jiwa, korban luka berat 6 serta jumlah korban luka ringan 52
jiwa.
Selain itu jelas Ir. Andalika ada 234.710 jiwa masyarakat
Aceh Tengah yang terdampak kerusakan, gangguan fungsi serta gangguan akses, dan
jumlah masyarakat yang terisolir setiap desa dalam wilayah kecamatan 55.352
jiwa.
Staf Ahli Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh
Tengah Agusnaidi saat di jumpa Wartawan mengatakan “ saat ini daerah terisolir
kekurangan logistik, bantuan juga belum dapat di salurkan kesemua lokasi.”
Bahan Bakar Minyak (BBM) kritis, masyarakat perlu pasokan
gas, bahan pangan saat ini juga sulit dijumpai obat obatan serta kebutuhan balita juga sulit
dijumpai.
Agusnaidi juga menambahkan “Aceh Tengah krisis air bersih akibat bencana
Hidrometerologi ini.” Yang sangat kami sayangkan air bersih yang di kelola oleh
Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Tawar tersebut sudah memasuki hari ke 15
belum juga mengalir.
Per hari ini juga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru
tidak mendapatkan air bersih sehingga kebutuhan untuk operasi dan lainnya RSUD
Datu Beru harus menundanya hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Tutup
Agusnaidi. (tim liputan)
