Laporan: Fohan Muzakir
GEMARNEWS.COM, ACEH TENGAH - Program Kuliah Pengabdian Masayarakat (KPM) Kelompok 74 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang dilaksanakan mahasiswa bersama masyarakat Desa Dedingin, Kecamatan Kute Paneng, Kabupaten Aceh Tengah berhasil menghadirkan sebuah inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan.
Program ini berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan warga desa, terutama ibu-ibu dan pemuda setempat, dalam kegiatan pelatihan dan praktik langsung pembuatan sabun cuci piring dari bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha baru yang berbasis pemanfaatan sumber daya lokal dengan fokus pada aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan." kata Ketua Kelompok, Afriansyah kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).
Dikatakan, dalam pelatihan para peserta diajak mengikuti setiap tahapan proses produksi mulai dari pemilihan bahan alami, pencampuran, hingga teknik pengemasan produk sabun hingga siap digunakan.
"Mahasiswa KPM bertindak sebagai fasilitator yang memberikan materi dan demonstrasi praktik pembuatan sabun secara langsung. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi pembuatan berlangsung, bertanya aktif, serta mencoba langsung prosesnya." ujarnya.
Dikatakan, kegiatan ini bukan hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan keluarga.
"Pendekatan seperti ini sejalan dengan upaya pemberdayaan warga desa untuk mengembangkan produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi sekaligus peduli lingkungan, sebuah contoh nyata integrasi aspek sosial, ekonomi, dan ekologi yang sering ditemui dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lain di Indonesia." pungkasnya (*)