Aceh Timur -Pegiat Sosial,Ronny H, meminta agar Bupati Aceh Timur, Iskandar Alfarlaky, memindahkan sementara para pengungsi korban banjir terparah di Aceh Timur ke Gedung Kantor DPRK Aceh Timur dan Gedung Olah Raga Idi Sport Center (ISC).
Hal itu mengingat perpanjangan masa tanggap darurat dan hujan lebat disertai banjir yang masih saja terus terjadi di Aceh, khususnya di Aceh Timur, sedangkan para pengungsi dan masyarakat desa di daerah rawan tinggal di tenda - tenda darurat yang tidak layak dan penuh ketidakpastian.
" Kita minta para pengungsi yang menjadi korban terparah, bahkan kehilangan rumah dan saat ini tinggal di daerah rawan di bawah tenda - tenda tak layak itu, dipindahkan dulu sementara ke DPRK dan ISC, lagian DPRK juga enggak jelas aktifitasnya di sana, mending dipakai buat pengungsi," kata Ronny, Jumat 9 Januari 2026.
Dia mengaku sangat khawatir pada kondisi keselamatan masyarakat korban atau pengungsi misalkan di daerah Pante Bidari, Julok, Indra Makmu, Lokop dan lainnya, apabila sewaktu - waktu terjadi banjir besar lagi diluar dugaan, seperti banjir susulan pada hari Kamis, 8 Januari 2026.
" Kami sangat khawatir pada nasib saudara kita di daerah rawan sana, sungguh tak dapat kita bayangkan bagaimana keadaan mereka bila banjir susulan datang dan keadaan parah kembali terjadi, apalagi di sana banyak anak - anak, sedangkan mereka tinggal di tenda - tenda yang mereka buat sendiri secara alakadarnya, bahkan bisa saja terbawa banjir," ucapnya.
" Dan kita juga enggak tau bagaimana perkembangan mereka di sana setiap waktu karena faktor jarak dan kondisi parah, apalagi ketika hujan deras tiba, keselamatan mereka pasti terancam," ungkap Eks Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu.
Dengan lebih dekat ke pusat pemerintahan, menurut Ronny, kondisi pengungsi terparah dapat diawasi secara ketat dan juga lebih mudah diakses bantuan yang dibutuhkan. Dan menurutnya, hal itu juga menjadi mudah diakses semua pihak terkait, termasuk awak media.
" Maksudnya para korban dengan kondisi terparah saja yang ditempatkan di DPRK dan ISC, misalkan yang hilang rumah atau mereka yang di daerah rawan, yang tinggal di bawah tenda - tenda tak layak, setidaknya mereka bisa lebih mudah diakses bantuan, fasilitas kesehatan dan kita semua bisa pantau kondisi mereka setiap waktu, termasuk bisa mudah diakses media, karena tidak lagi di daerah rawan dan terpencil, hingga kondisi membaik dan mereka kembali punya hunian tetap nantinya," ujar putera Idi Rayeuk itu.
Menurut Ronny hal itu dapat membantu mempermudah pemerintah dan pihak lainnya yang berkaitan dengan urusan pengungsi untuk memberikan pelayanan yang diperlukan setiap waktu.
" Kalau sekarang ini kan kita enggak tahu mana pengungsi yang sudah terbantu dan mana yang sudah dibantu, tapi masih dalam kondisi sangat sensitif atau kekurangan, media juga terkadang kesulitan akses karena jarak dan kondisi, kalau di DPRK dan ISC, setidaknya mereka juga aman dari ancaman banjir susulan yang mungkin saja bisa terjadi di kemudian hari," tegas pengkritik cadas yang concern pada isu sosial, demokrasi dan hak asasi manusia itu.
Ronny menilai Gedung DPRK Aceh Timur sangat tepat dan layak ditempati pengungsi, selain karena kondisi korban yang tinggal di tempat yang rawan dan tidak layak, menurutnya Gedung DPRK Aceh Timur selama ini terkesan kurang maksimal digunakan untuk kepentingan masyarakat. Bahkan sangat sedikit anggota dewan tersebut yang terlihat aktif memperhatikan nasib pengungsi.
" Sangat sedikit kita lihat anggota dewan yang terjun ke lapangan memperhatikan pengungsi, di kantornya saja tidak ada suara apa pun yang serius, apalagi di lapangan, jadi daripada kantor itu sering sepi dan kosong, lebih baik ditempati pengungsi sementara, jadi dewan pun bisa berinteraksi langsung dan lebih sering dengan pengungsi tersebut mendengar aspirasi mereka," sebutnya.
Dia berharap pemerintah pusat hingga ke pemerintah kabupaten dapat mengawal problem pengungsi ini sampai kondisi mereka benar - benar pulih.
" Kami sangat yakin pemerintah pusat, pemerintahan Mualem dan Alfarlaky akan memperhatikan para pengungsi hingga benar - benar pulih, kita juga berkewajiban untuk itu, jangan sampai ada yang kelaparan dan mereka tidak kebagian rumah bantuan nanti, padahal mereka korban yang sudah sangat menderita selama ini, untuk itu perlu kita perhatikan terus jangan sampai ada yang terabaikan," pungkas Alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.
