Notification

×

2.387 Porsi MBG Tertahan, Ketergantungan Pasokan Luar Daerah Jadi Sorotan di Mutiara

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19.17 WIB Last Updated 2026-02-14T12:17:53Z
GEMARNEWS.COM, PIDIE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk murid sekolah di Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, mendadak terhenti pada Sabtu (14/02/2026).

 Para siswa yang biasanya menerima menu MBG di jam sekolah harus pulang tanpa mendapatkan jatah makanan bergizi yang selama ini rutin dibagikan.
Pihak sekolah mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara tersebut.

“Penyebabnya kami kurang tahu, itu juga tidak ada pemberitahuan dari pihak SPPG,” ujar Ibu Nurlaili, salah seorang guru SD Negeri di Kecamatan Mutiara.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas di kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Baro Jaman tampak lengang. Sejumlah karyawan terlihat berkumpul di dalam ruangan, sementara dua mobil boks berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) terparkir di halaman depan.

Kepala SPPG Baro Jaman, Muhammad Raja Muda, membenarkan adanya jeda operasional akibat pasokan bahan baku dari mitra subplayer belum diterima hingga siang menjelang sore.

“Betul, hari ini kami tidak maksimal beroperasi. Alasannya karena pasokan bahan baku yang dipasok oleh pihak mitra subplayer belum diterima hingga siang menjelang sore hari,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, jatah MBG untuk tiga hari, yakni Sabtu, Minggu, dan Senin, sebanyak 2.387 porsi untuk 14 sekolah dan satu madrasah, terdampak keterlambatan distribusi.
“Kami sudah menanyakan kepada pihak subplayer terkait pasokan logistik, namun belum mendapatkan jawaban yang jelas,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Raja Muda, kebutuhan bahan baku selama ini dipasok oleh UD Pajoh Sayur dari Sumatera Utara. Ketergantungan pada pasokan luar daerah menjadi salah satu kendala utama ketika terjadi hambatan distribusi.

Ia menilai, seharusnya kebutuhan seperti sayur, telur, kacang, susu, dan roti dapat dipenuhi dari daerah sendiri agar lebih segar, terjamin kualitasnya, sekaligus menghidupkan UMKM lokal.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk meninjau kembali skala dan metode pelaksanaan MBG, khususnya mekanisme kerja sama dengan mitra subplayer.

“Pelaksanaan program MBG perlu dijalankan dengan lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan tanpa mengorbankan sektor krusial lainnya,” pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update