Notification

×

Babinsa Koramil 24 / MT Bersama Satgas TNI Bangun Jembatan Gantung Garuda, Perkuat Akses dan Jalur Evakuasi Dua Desa di Pidie

Minggu, 01 Februari 2026 | 07.27 WIB Last Updated 2026-02-01T00:27:12Z
Gemarnews.com, Pidie – Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 857/Gana Gajahsora serta Vertical Rescue Indonesia (VRI) melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, dengan Desa Baro Yaman, Kabupaten Pidie, Minggu (01/02/2026).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis. Selain sebagai sarana penghubung antar desa, Jembatan Gantung Garuda juga diproyeksikan menjadi jalur evakuasi strategis saat terjadi bencana banjir, sekaligus menunjang aktivitas sosial, pertanian, dan perekonomian masyarakat.

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Danramil 24/Mutiara Timur Kapten Inf Yunus Emha, S.Pd., S.H., menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI.

“Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bagian dari Program 1.000 Jembatan di seluruh Indonesia. Pengerjaannya dilaksanakan oleh TNI bersama tim Vertical Rescue Indonesia, dengan panjang bentangan sekitar 70 meter dan lebar 1,20 meter,” ujar Kapten Inf Yunus Emha.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini sangat vital karena mampu memangkas jarak tempuh antar desa yang sebelumnya harus dilalui dengan jalur memutar cukup jauh. Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur alternatif dan evakuasi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat terjadi bencana alam.
Hingga saat ini, pembangunan jembatan telah berlangsung sekitar satu pekan dengan progres mencapai sekitar 80 persen dan hampir rampung. 

Sejumlah tahapan krusial telah dilaksanakan, mulai dari penentuan titik A di Desa Tiba Mesjid dan titik B di Desa Baro Yaman, penggalian pondasi, pengelasan tiang gapura, pengecoran pondasi gapura, hingga penarikan tali sling. Seluruh pekerjaan dilakukan secara intensif guna mempercepat penyelesaian jembatan yang menjadi harapan besar masyarakat setempat.

Sementara itu, Mahdi, Geuchik Desa Baro Yaman, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pembangunan Jembatan Gantung Garuda tersebut. Ia menyebut jembatan itu sebagai “asa masyarakat” yang telah lama dinantikan.

“Jembatan ini sangat kami harapkan. Semoga proses pembangunannya berjalan lancar dan cepat rampung agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ariadi, Geuchik Desa Tiba Mesjid. Ia atas nama pemerintah desa dan seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pertahanan RI, TNI, serta Vertical Rescue Indonesia atas bantuan dan kepedulian yang diberikan.

“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Akses antar desa menjadi lebih mudah, pengangkutan hasil panen lancar, jarak ke kebun dan sawah semakin dekat, serta menjadi jalur alternatif menuju desa seberang,” pungkasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik semata, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara negara, aparat, relawan, dan masyarakat dalam membangun konektivitas serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah.pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update