Notification

×

Belum Sempat Ditempati Diduga Rumah Huntara Di Langkahan Roboh,Warga : Air Sumur Bor Tak Layak Pakai Minta Bupati Aceh Utara Segera Turun kelapangan

Senin, 23 Februari 2026 | 22.39 WIB Last Updated 2026-02-23T15:41:09Z

Aceh Utara-Penderitaan warga korban banjir di Dusun Bahagia, Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Hampir tiga bulan pascabencana, fasilitas hunian sementara (huntara) yang dibangun untuk menampung warga terdampak justru menuai kritik tajam karena dilaporkan roboh dan tidak dilengkapi akses air bersih yang layak.









Sejumlah warga mengaku kecewa dan khawatir dengan kondisi bangunan huntara yang dinilai rapuh serta sumur bor yang airnya keruh dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Fasilitas yang seharusnya menjadi solusi darurat pascabencana justru dinilai menambah beban penderitaan korban.


Salah seorang warga terdampak, I, mengungkapkan bahwa kualitas air sumur bor jauh dari standar kebersihan.


“Sumur bor tidak bersih. Airnya keruh dan tidak layak pakai. Sudah hampir tiga bulan pasca banjir, tapi fasilitas dasar seperti ini belum juga maksimal,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin (23/2/2026).


Kondisi semakin memprihatinkan setelah salah satu unit huntara dilaporkan roboh meski baru ditempati dalam waktu singkat. Warga kini hidup dalam ketakutan akan keselamatan keluarga mereka.


“Kalau seperti ini huntaranya, kami takut. Belum lama ditempati sudah roboh. Kami khawatir bisa menimpa penghuni,” ujar salah seorang warga inisial i saat dihubungi jurnalis melalui pesan WhatsApp.


Warga menilai bahwa bencana banjir merupakan musibah alam, namun kualitas bantuan pascabencana yang buruk justru memperpanjang penderitaan mereka.


“Banjir itu musibah, bukan anugerah. Jangan sampai bantuan yang diberikan malah membahayakan kami,” tambahnya.


Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek huntara dan fasilitas air bersih. Mereka menuntut adanya pengawasan ketat serta pertanggungjawaban atas kualitas pembangunan yang dinilai asal jadi.


Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kondisi ini dapat memicu risiko keselamatan yang lebih besar, termasuk potensi korban jiwa akibat bangunan rapuh dan krisis air bersih.


Warga berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan fasilitas bagi korban bencana.


Sementara saat awak media ini mengkonfirmasi juru bicara Bupati Aceh Utara melalui pesan WhatsApp dan juga via telpon WhatsApp belum ada tanggapa,jika nantinya ada tanggapan dari pihak pemerintah Aceh Utara maka media ini akan memuat berita tanggapan tersebut.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update