Laporan: Fohan Muzakir
GEMARNEWS.COM, ACEH TENGAH – Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana melalui kegiatan bertajuk “BIMTEK UMKM Produktif Berbasis Potensi Lokal: Penguatan Usaha Kopi Desa Mendale untuk Bangkit Pascabencana.”
Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra.
Kegiatan dilaksanakan pada 12 Februari 2026 bertempat di TutuKopi dan diikuti oleh pelaku UMKM kopi dari Kampung Mendale yang terdampak banjir bandang akhir 2025 lalu.
Program ini dipimpin oleh Barep Sarinauli, S.S., M.Pd., selaku Ketua LP2MP sekaligus Ketua Pengusul Program dari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, dengan anggota pengusul Murthada S.P.,M.S.M.
Sementara itu, Ketua Program Mahasiswa adalah Hendi Mahardika, mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, yang berperan mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di lapangan bersama tim mahasiswa lintas program studi.
Penguatan Kapasitas Produksi Kopi Lokal
Dalam sambutannya, Barep Sarinauli menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas produksi dan manajemen usaha kopi berbasis potensi lokal.
“Pasca bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar usaha mereka dapat bangkit dan berkembang kembali. Kopi adalah identitas dan potensi unggulan Desa Mendale yang harus diperkuat,” ujarnya.
Bimtek menghadirkan Iwan Juni, ahli kopi sekaligus instruktur di Balai Latihan Kerja Bener Meriah, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis mengenai proses roasting kopi yang tepat, pengendalian suhu, profil rasa, serta standarisasi kualitas produk kopi skala UMKM.
Selain itu, Tian, selaku Owner TutuKopi, turut berbagi pengalaman praktis mengenai strategi branding, pengemasan, serta pemasaran kopi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Ketua Program, Hendi Mahardika, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran kontekstual di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mendampingi secara teknis, tetapi juga belajar langsung mengenai manajemen usaha, pemberdayaan masyarakat, serta ketangguhan ekonomi berbasis komunitas.
Pendampingan ini mencakup aspek produksi, pengemasan, perhitungan harga pokok produksi (HPP), hingga strategi pemasaran digital sederhana yang relevan dengan kondisi UMKM pascabencana.
Komitmen Keberlanjutan
Anggota pengusul, Murthada S.P., M.S.M., menegaskan bahwa kegiatan BIMTEK ini merupakan bagian dari rangkaian program 20 hari (160 JKEM) yang berfokus pada pemulihan ekonomi dan penguatan ketangguhan sosial masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap melalui penguatan kapasitas ini, UMKM kopi Desa Mendale dapat kembali produktif, meningkatkan pendapatan, serta membangun daya saing berbasis potensi lokal,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, serta komitmen bersama untuk melanjutkan pendampingan usaha kopi secara berkelanjutan.
Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, praktisi kopi, dan pelaku UMKM dalam membangun kembali ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana secara mandiri dan berkelanjutan.