GEMARNEWS.COM, JAKARTA - Bersumber dari Liputan6.com - Doa menyambut Ramadhan kerap dibagikan dan diamalkan menjelang datangnya bulan suci, namun tidak semua bacaan yang beredar memiliki dasar riwayat yang kuat. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW memberi tuntunan doa ketika melihat hilal sebagai tanda masuknya bulan baru, termasuk saat Ramadhan tiba, sehingga momen tersebut memiliki landasan yang jelas dalam hadis.
Tidak ditemukan riwayat shahih yang secara khusus menyebutkan doa tertentu jauh sebelum Ramadhan datang. Yang ada adalah hadis hasan tentang doa yang dibaca ketika hilal benar-benar terlihat. Memahami hal ini penting agar umat Islam dapat mengamalkan doa sesuai tuntunan yang sahih dan terhindar dari amalan yang lemah dasar periwayatannya. Berikut doa Menyambut Ramadhan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (17/2/2026).
1. Saat Hilal Terlihat, Nabi Membaca Doa Ini
Ketika hilal terlihat sebagai tanda masuknya bulan baru, Rasulullah SAW langsung memanjatkan doa. Inilah momentum resmi pergantian bulan dalam kalender hijriah, termasuk awal Ramadhan. Hadits dari Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhu menjelaskan kebiasaan Nabi tersebut. Doa ini dinilai hasan oleh para ulama, sehingga menjadi rujukan paling kuat dalam menyambut Ramadhan.
Lafal Doa Melihat Hilal
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmân, was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh.
Artinya: "Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan) adalah Allah." (HR. Tirmidzi no. 3451, Ahmad, dan Ad-Darimi. Dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani).
Doa ini mengandung permohonan keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keteguhan dalam Islam. Kalimat “Rabbî wa rabbukallâh” menjadi penegasan tauhid bahwa bulan hanyalah makhluk Allah. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim tidak sekadar menyambut bulan, tetapi memperbarui komitmen imannya. Inilah sebabnya doa melihat hilal menjadi yang paling rajih untuk diamalkan saat malam pertama Ramadhan tiba.
2. Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW Menjelang Ramadhan
Selain doa melihat hilal, terdapat riwayat lain yang dihimpun Imam ath-Thabarani dalam Kitab ad-Du’a. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat ketika Ramadhan tiba. Artinya, momentum membaca doa ini terjadi saat bulan suci benar-benar datang. Ini menunjukkan bahwa menyambut Ramadhan bukan hanya tradisi, tetapi juga ibadah yang dipersiapkan dengan permohonan khusus kepada Allah.
Lafal Doa Riwayat ‘Ubadah bin ash-Shamith RA
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allahumma salimni min ramadhana wa sallim ramadhana li wa tasallamhu minni mutaqabbalan
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadhan.”
Doa ini menekankan tiga hal penting, yaitu umur panjang, kesempatan beribadah, dan diterimanya amal. Tanpa kesehatan dan umur yang cukup, seseorang tidak akan mampu maksimal dalam ibadah. Tanpa taufik, Ramadhan bisa berlalu tanpa makna. Karena itu, sebab diterimanya amal dimulai dari doa yang tulus sejak awal kedatangannya.
3. Doa Panjang Memohon Kekuatan dan Lailatul Qadar
Riwayat lain dari Abdul Aziz bin Abi Rawad menunjukkan betapa seriusnya para ulama dan generasi awal dalam menyambut Ramadhan. Doa ini bukan hanya meminta umur panjang, tetapi juga kekuatan, semangat, hingga perlindungan dari kemalasan. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar Ramadhan bukan lapar dan haus, melainkan konsistensi ibadah.
Lafal Doa Lengkap
اللّٰهمَّ أَظَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي وَسَلِّمْنِي فِيهِ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، اللهمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا واحْتِسَابًا، وَارْزُقَنِي فِيْهِ الْجَدَّ وَالْإِجْتِهَادَ والقُوَّةَ والنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ السّآمَةِ وَالفَتْرَةِ وَالكَسَلِ والنُّعَاسِ, وَوَفِّقْنِي فيه لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاجْعَلهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Allahumma adhalla syahru ramadhana wa hadhara, fa sallimhu li wa sallimni fihi wa tasallamhu minni. Allahummarzuqnii shiyamahu wa qiyamahu shabran wahtisaban, warzuqni fihil jadda wal ijtihada wal quwwata wan nasyatha, wa a’idzni fihi minassaamati wal fatrati wal kasali wan nu’asi, wawaffiqnii fihi li lailatil qadri waj’alha khairan min alfi syahrin.
Artinya: “Ya Allah, bulan Ramadhan sudah membayangi dan datang. Maka, sampaikanlah (bulan) Ramadhan kepadaku, dan sampaikanlah aku (dengan selamat) ke dalamnya, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadan. Ya Allah, anugerahilah aku kesabaran dan niat ikhlas mengharap pahala dan ridha-Mu atas puasaku dan shalat malamku. (Ya Allah), anugerahilah aku di bulan Ramadhan ini kesungguhan hati, ketekunan, kekuatan, dan semangat. (Ya Allah), lindungilah aku di bulan Ramadhan ini dari kebosanan, lemah lesu, kemalasan, dan banyaknya kantuk. (Ya Allah), berikanlah aku taufiq agar aku mendapatkan lailatul qadar di bulan Ramadhan ini, dan jadikanlah (pahala di malam itu) lebih baik dari seribu bulan.”
Doa ini memperlihatkan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak datang otomatis. Ia membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan perlindungan dari rasa malas. Sebab itu, doa ini menjadi rangkaian sebab agar seseorang benar-benar mendapatkan malam Lailatul Qadar. Tanpa kesiapan sejak awal, peluang emas itu bisa saja terlewat.
4. Doa Keberkahan Rajab dan Sya’ban, Bolehkah Diamalkan
Banyak kaum Muslimin membaca doa berikut menjelang Ramadhan. Doa ini populer dan sering terdengar di masjid-masjid. Namun dari sisi ilmu hadits, riwayatnya dinilai dhaif oleh sebagian ulama. Meski demikian, isinya adalah doa yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat sehingga boleh diamalkan dalam rangka fadhail amal.
Lafal Doa
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan."
Dikarenakan status haditsnya lemah, doa ini tidak bisa diyakini sebagai sunnah yang kuat dari Nabi SAW. Namun secara makna, doa ini mengandung permohonan keberkahan dan umur panjang. Sebab itu, membacanya sebagai doa biasa tetap diperbolehkan. Yang terpenting adalah tidak meyakininya sebagai riwayat shahih yang pasti dari Rasulullah SAW.
Pertanyaan seputar Doa sebelum Ramadhan
1. Apa doa paling shahih untuk menyambut Ramadhan?
Doa melihat hilal “Allâhumma ahillahu ‘alainâ...” adalah yang paling kuat riwayatnya.
2. Bolehkah membaca doa sebelum Ramadhan tiba?
Boleh, selama isinya baik dan tidak diyakini sebagai sunnah shahih jika riwayatnya lemah.
3. Kapan waktu membaca doa menyambut Ramadhan?
Saat hilal terlihat atau ketika Ramadhan benar-benar tiba.
4. Apakah doa Rajab Sya’ban shahih?
Sebagian ulama menilainya dhaif, tetapi boleh diamalkan untuk fadhail amal.
5. Mengapa perlu doa sebelum Ramadhan?
Agar diberi umur panjang, kesehatan, dan amal yang diterima.
