Notification

×

Inovasi Sederhana, Dampak Luar Biasa: KKN Relawan Unimal Sulap Air Keruh Pascabanjir Jadi Jernih

Sabtu, 14 Februari 2026 | 17.20 WIB Last Updated 2026-02-14T10:20:49Z

Gemarnews.com, Aceh Utara - Pasca banjir besar yang merendam pemukiman, Desa Matang Keutapang sempat diselimuti kekhawatiran akan krisis air bersih. Sumber air sumur yang biasanya menjadi tumpuan warga berubah warna menjadi cokelat pekat akibat endapan lumpur sisa bencana. Namun, bagi para mahasiswa KKN Relawan Kelompok 5 Teknik Industri Universitas Malikussaleh, kondisi ini bukanlah hambatan, melainkan panggilan untuk berbakti.

Melihat urgensi tersebut, para mahasiswa merancang sistem filtrasi sederhana namun efektif dengan memanfaatkan material lokal yang mudah diperoleh. Teknologi ini menerapkan prinsip manajemen kualitas dan teknik filtrasi bertingkat, terdiri dari pasir silika, kerikil, arang aktif (sebagai penyerap bau dan kuman), batu zeolit, serta kapas penyaring.

Pada Jumat, 13 Februari 2026, inovasi tersebut resmi dipasang dan mulai dioperasikan di sejumlah titik krusial desa, seperti masjid desa, gedung serbaguna, dan kamar mandi umum Desa Matang Keutapang. Langkah kecil ini menjadi harapan besar bagi masyarakat yang terdampak.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan alat, tetapi juga disertai edukasi kepada warga tentang cara perawatan filter agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Mahasiswa memberikan panduan teknis mulai dari pembersihan lapisan filter hingga jadwal penggantian material.

“Kami menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah, khususnya terkait perancangan sistem dan pemilihan material, untuk membantu warga mendapatkan air layak pakai secara cepat dan ekonomis,” ujar Lukman Nul Hakim, penanggung jawab pembuatan filter air Kelompok 5 KKN Relawan Teknik Industri.

Kepala Desa Matang Keutapang, Marzuki, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa. Menurutnya, bantuan teknis seperti ini sangat dibutuhkan, karena warga kerap mengalami kesulitan air bersih setiap kali banjir melanda.

Dengan hadirnya sistem filter ini, kualitas air yang sebelumnya keruh dan berlumpur kini berangsur jernih dan tidak berbau. Inisiatif ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih serta meminimalisir risiko penyakit kulit dan gangguan pencernaan yang rentan muncul pada masa pemulihan pascabencana.pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update