GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH – Penunjukan Sunnyl Iqbal, putra Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sebagai Komisaris Utama PT Pema Global Energi (PGE) menuai beragam tanggapan dari publik, khususnya kalangan aktivis dan politisi muda di Aceh.
Sebagian pihak menilai langkah ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tetap sejalan dengan semangat profesionalisme dan tata kelola perusahaan daerah yang baik. (29/03/2026)
Rahil, seorang politisi muda yang menyuarakan aspirasi Generasi Z, menekankan pentingnya menjaga prinsip meritokrasi dalam pengisian jabatan strategis. Menurutnya, ruang-ruang penting seperti BUMD idealnya menjadi tempat bertemunya kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang teruji.
“Kami sangat mendukung anak muda untuk tampil dan memimpin. Namun, yang menjadi harapan kami adalah hadirnya sosok yang benar-benar membawa pengalaman, kapasitas, dan karya nyata,” ujar Rahil.
Di sisi lain, Rahil juga menyampaikan bahwa sebagai bagian dari masyarakat yang mendukung jalannya pemerintahan, penting untuk memastikan setiap kebijakan tetap menjaga kepercayaan publik.
“Kami ingin pemerintahan ini terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, keterbukaan dan komunikasi publik menjadi sangat penting dalam setiap keputusan strategis,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Rahil juga mengajak semua pihak untuk melihat secara objektif rekam jejak dan kontribusi yang telah ditorehkan, sebagai dasar penilaian yang adil.
“Masyarakat tentu berharap dapat melihat capaian konkret yang menjadi dasar pertimbangan dalam penunjukan ini. Transparansi akan membantu publik memahami dan menerima kebijakan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti beberapa hal yang menjadi perhatian publik:
° Pentingnya Standar Kompetensi yang Setara
Proses seleksi yang terbuka dan berbasis kemampuan dinilai penting untuk menjaga rasa keadilan, terutama bagi generasi muda yang sedang berjuang membangun karier
° Tantangan Besar di Sektor Energi
Sebagai bagian dari BUMD yang mengelola sektor strategis, PGE membutuhkan kepemimpinan yang siap menghadapi tantangan teknis dan manajerial yang kompleks.
° Harapan Generasi Muda terhadap Meritokrasi
Generasi Z berharap adanya sistem yang memberi ruang bagi siapa pun untuk maju berdasarkan kemampuan, bukan semata kedekatan.
Rahil menutup dengan harapan agar ke depan, setiap kebijakan strategis dapat disertai dengan penjelasan yang terbuka kepada publik.
“Aceh adalah milik bersama. Dengan transparansi dan komunikasi yang baik, kita bisa menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat semangat meritokrasi di tengah masyarakat,” tutupnya. (*)
