GEMARNEWS.COM, TAKENGON - Sejak
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melakukan respons darurat pascabencana banjir dan
longsor di Aceh Tengah, MDMC terus bergerak memberikan edukasi serta pelatihan peningkatan kapasitas
relawan agar asistensi yang dilakukan berjalan sesuai rencana dalam setiap fase
menuju pemulihan.
Memasuki
fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, Muhammadiyah Disaster
Management Center (MDMC) menyelenggarakan pelatihan dukungan peningkatan
kapasitas Psikososial bagi 20 relawan dan mahasiswa terdampak bencana di Kabupaten
Aceh Tengah.
Pelatihan
tersebut dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah
Takengon (STIHMAT) Lt. 2, sebagai rangkaian dari
respons lanjutan Muhammadiyah untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan dan
kesehatan mental anak-anak pascabencana.
Tujuan
utama pelatihan membantu relawan mengenali perasaan dan kecemasan yang muncul
setelah bencana, membekali teknik dasar untuk meredakan stres, serta
menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak untuk berbagi pengalaman
pascabencana.
Relawan
juga didorong untuk menyusun rencana pemulihan yang dapat diterapkan di
lingkungan sekitar mereka maupun hunian sementara. menurutnya, pelatihan
difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai dukungan psikososial dalam
situasi darurat.
Selain
itu, penguatan keterampilan dalam mendeteksi gejala psikologis, serta kemampuan
menyediakan ruang aman dan pendampingan yang efektif pada fase pemulihan. Relawan
juga dibekali edukasi menyusun rencana aksi pemulihan untuk mendukung
keberlanjutan layanan pendidikan di sekolah terdampak.
Pelatihan
dukungan psikososial digelar pada 7 – 8 Maret 2026, menghadirkan narasumber dan
fasilitator dari kalangan profesional, antara lain Dr. Hairul Anwar Dalimunthe
S.Psi, MSi, Endang Haryati S.Psi, M.Psi,
Psikolog, Waliono S.Psi, M.Psi, Arief Fachrian, S.Psi, M.Psi, Andi Candra S.Psi,
M.Psi serta Andi
Candra S.Psi M.Psi. Psikolog
Sementara
itu Dr. Hairul Anwar Dalimunthe S.Psi,
MSi, saat di hubungi jurnalis menyampaikan
“relawan memiliki kemampuan untuk
mengelola kecemasan dan stres pascabencana serta menyusun rencana pemulihan
pribadi yang mendukung kesejahteraan psikososial mereka.”
Dalam
kesempatan yang sama, ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Yan
Budianto menyampaikan “relawan dapat memperkuat perannya sebagai pendamping
pemulihan, sekaligus memastikan layanan tetap berjalan dengan aman, ramah anak,
dan berkelanjutan di masa transisi menuju pemulihan.
Sebagai
informasi pelatihan ini diselenggarakan melalui kerja sama MDMC dengan Universitas
Medan Area, Semesta Relawan, Asosiasi Psikolog Rumah Sakit Indonesia Sumatera
Utara. (tim)

