Notification

×

MUQ Aceh Selatan dan STAIN TDM Bangun Kolaborasi Akademik Pengembangan Ilmu Tafsir

Rabu, 11 Maret 2026 | 09.21 WIB Last Updated 2026-03-11T02:21:31Z
Gemarnews.com, Aceh Selatan – Pesantren Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pendidikan keislaman serta membuka akses yang lebih luas bagi para santri dan alumni dalam memperdalam kajian Al-Qur’an dan tafsir secara akademik.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pendidikan pesantren dengan pendidikan tinggi. Melalui kerja sama ini, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman agama secara tradisional, tetapi juga mendapatkan pengayaan ilmu melalui pendekatan tafsir yang lebih sistematis dan komprehensif.

Dalam MoU tersebut, kedua lembaga akan menggelar berbagai kegiatan akademik seperti workshop, kajian tafsir Al-Qur’an tematik dengan menghadirkan dosen dari STAIN Teungku Dirundeng, seminar keilmuan Al-Qur’an dan tafsir, sosialisasi perkembangan pembelajaran Al-Qur’an, serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pengasuh dan tenaga pengajar Al-Qur’an di pesantren.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup kegiatan penulisan buku, penelitian bersama, serta praktik mahasiswa. 

Hal yang paling utama dari kerja sama ini adalah membuka peluang bagi alumni SMA Plus Ulumul Qur’an untuk meraih beasiswa Tahfidz di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, khususnya pada Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Direktur Pesantren MUQ Aceh Selatan, Muhammad Ridho Agung, M.Ag, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas wawasan keilmuan para santri.
Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari visi dan misi MUQ Aceh Selatan dalam pengembangan pendidikan ilmu Al-Qur’an.

“Kerja sama ini kami harapkan menjadi jembatan bagi para santri untuk memperdalam kajian Al-Qur’an secara lebih luas dan mendalam. Pesantren memiliki tradisi hafalan dan keilmuan yang kuat, sementara perguruan tinggi memiliki pendekatan akademik yang sistematis. Jika keduanya bersinergi, maka akan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan semakin banyak alumni MUQ Aceh Selatan yang dapat diterima melalui jalur beasiswa Tahfidzul Qur’an, sehingga dapat mempercepat dakwah Al-Qur’an di Aceh.

Ridho menambahkan, pihaknya juga terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan lainnya, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

“Sebagai lembaga pendidikan Islam yang sedang berkembang di wilayah Barat Selatan Aceh, kami memulai kerja sama ini dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, dan ke depan akan terus dilanjutkan dengan berbagai lembaga lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, santri masa kini harus mampu memahami ajaran Al-Qur’an secara mendalam sekaligus mampu mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan masyarakat.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan hubungan antara dunia pesantren dan perguruan tinggi semakin erat serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan keislaman di Aceh, khususnya di Aceh Selatan.

Program ini juga diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta siap berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Muhammad Faisal, M.TH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tgk. Muhammad Ridho Agung beserta rombongan yang telah berkunjung langsung ke sekretariat Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Ia menilai Pesantren MUQ Aceh Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan pengajaran Al-Qur’an di wilayah Barat Selatan Aceh.

“Kami melihat Pesantren MUQ Aceh Selatan memiliki potensi besar untuk kemajuan pengajaran Al-Qur’an di Barat Selatan Aceh, terlihat dari banyaknya santri dan alumni yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membangun kampus yang besar dan berperan aktif dalam kemajuan Islam di Aceh diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Semoga ke depan kerja sama antara kedua lembaga keislaman ini terus terjalin dengan baik demi kemajuan Islam dan ilmu pengetahuan, serta mendapatkan dukungan dan legalitas dari pemerintah maupun masyarakat,” pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update