Notification

×

Rimung Buloh Kecam Keras Aksi Premanisme Pengeroyokan Warga Aceh,Polda Metro Jaya Harus Bertanggung Jawab

Senin, 30 Maret 2026 | 21.26 WIB Last Updated 2026-03-30T14:26:48Z

Aceh Utara– 30 MARET 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, mengecam keras dugaan aksi premanisme dan pengeroyokan yang terjadi di dalam kompleks Markas Polda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa Polda Metro Jaya harus bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.


Kecaman tersebut disampaikan menyusul insiden yang menimpa seorang warga bernama Faisal. Korban diduga dikeroyok oleh sekitar 20 orang yang disebut-sebut sebagai preman pada Rabu siang (26/03/2026), tepat di dalam area Polda Metro Jaya.


Sangat ironis – kejadian ini terjadi di depan mata aparat kepolisian yang seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban. Polda Metro Jaya harus bertanggung jawab total atas peristiwa ini," ujar Rimung Buloh kepada media.


Sebagai masyarakat Aceh sekaligus mantan kombatan GAM wilayah Pasee, ia menyatakan tidak dapat menerima jika warga Aceh menjadi korban tindakan semacam ini di dalam institusi kepolisian. "Saya tidak terima warga Aceh dikeroyok oleh preman di kantor Polda Metro Jaya. Segera tangkap para pelaku dan ungkap siapa yang berada di balik peristiwa ini. Jika tidak ditangani, diduga ada kolusi dengan pihak preman," tegasnya.


Rimung Buloh juga menilai bahwa kejadian ini mencoreng citra penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia. Ia menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang oknum pengusaha berinisial FA sebagai pihak yang menggerakkan aksi tersebut.

 

Tak mungkin peristiwa ini terjadi secara spontan. Harus ada pihak yang mengatur dari belakang. Jika kasus ini tidak diselesaikan tuntas, kita khawatir kejadian serupa akan menimpa masyarakat Aceh maupun warga lainnya," pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update