Gemarnews.com, Pidie — Upaya menjaga kesiapan fisik prajurit tidak hanya dilakukan melalui latihan militer, tetapi juga lewat pendekatan kesehatan yang terukur. Kodim 0102/Pidie menggelar penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini gangguan jantung bagi prajurit, PNS, dan Persit, Kamis (22/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Tim Medis Kesdam Iskandar Muda, FKYP Yudha Bhakti Polkes IM 09.01/Sigli, serta Puskesmas Kota Sigli. Peserta berasal dari berbagai satuan TNI di wilayah Kabupaten Pidie, di antaranya Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yon Armed 17/RC, serta Subdenpom IM 1-3/Sigli.
Mewakili Dandim 0102/Pidie, Kasdim Mayor Cpl Hendrianto dalam sambutannya menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pembinaan personel yang berkelanjutan.
“Kesadaran hidup sehat harus menjadi budaya. Dengan kondisi fisik yang prima, pelaksanaan tugas akan lebih optimal,” ujarnya.
Selain penyuluhan mengenai pola hidup sehat, kegiatan ini juga menghadirkan pemeriksaan EKG, khususnya bagi peserta berusia di atas 40 tahun. Kelompok usia ini dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular yang sering berkembang tanpa gejala awal.
Dokter dari FKYP Yudha Bhakti Polkes IM 09.01/Sigli, dr. Mislina, menjelaskan bahwa pemeriksaan EKG berfungsi untuk membaca aktivitas listrik jantung guna mendeteksi berbagai kelainan, seperti aritmia, gangguan otot jantung, hingga indikasi pembesaran organ.
“Deteksi dini sangat penting. Banyak kasus jantung baru diketahui saat sudah dalam kondisi serius. Dengan pemeriksaan rutin, risiko itu bisa ditekan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas.
Di sisi lain, kegiatan ini juga mencerminkan realitas bahwa tuntutan tugas di lingkungan militer sering diiringi tekanan fisik dan mental yang tinggi. Tanpa pengelolaan kesehatan yang baik, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan jangka panjang.
Sejumlah peserta menyambut positif kegiatan ini. Pelda Dedi Mulyono, personel Kodim 0102/Pidie, berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin dan menjangkau seluruh personel beserta keluarga.
“Kalau bisa dilakukan berkala, bukan hanya saat kegiatan tertentu, supaya kesehatan prajurit, PNS, dan Persit benar-benar terpantau,” ujarnya.
Pihak Kodim 0102/Pidie menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program serupa secara berkelanjutan, tidak hanya untuk menjaga kesiapan tugas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan di lingkungan TNI.