Notification

×

Dari Forkomas ke IGSI, Era Baru Perjuangan Honorer Madrasah Dimulai

Rabu, 01 April 2026 | 12.44 WIB Last Updated 2026-04-01T05:44:14Z
Gemarnews.com ,Jakarta – Perjalanan panjang penuh dinamika akhirnya melahirkan babak baru dalam perjuangan tenaga pendidik honorer madrasah swasta di Indonesia. Forum Komunikasi Honorer Madrasah Swasta (Forkomas) kini resmi bertransformasi menjadi Ikatan Guru dan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (IGSI), sebuah organisasi dengan visi lebih luas dan jangkauan nasional.

Transformasi ini mencapai momentum penting pada Senin (31/03/2026), saat jajaran pengurus Forkomas mendatangi kantor notaris guna mengurus legalitas organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian krusial dalam memastikan IGSI memiliki dasar hukum yang kuat sebagai wadah perjuangan baru bagi para guru dan tenaga kependidikan swasta di seluruh Indonesia.

Dipimpin oleh pengurus harian serta perwakilan ketua bidang, rombongan hadir dengan penuh keseriusan dan harapan. Mereka membawa aspirasi ribuan honorer madrasah yang selama ini memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, kepastian status, serta perlindungan profesi.

Dalam proses tersebut, pihak notaris menyampaikan sejumlah ketentuan administratif yang harus dipenuhi, di antaranya terkait penyempurnaan struktur organisasi, kelengkapan dokumen pendirian, serta penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus. 

Justru, proses ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi organisasi agar IGSI dapat berdiri kokoh, profesional, dan diakui secara resmi di tingkat nasional.

Dengan terbentuknya IGSI, diharapkan perjuangan tenaga honorer madrasah swasta semakin terarah dan memiliki daya dorong yang lebih kuat dalam memperjuangkan hak-hak mereka, termasuk peningkatan kesejahteraan, akses pelatihan, serta peluang pengangkatan yang lebih jelas di masa depan.
Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara tenaga pendidik swasta dengan pemerintah, sekaligus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Transformasi ini menjadi simbol harapan baru bahwa suara honorer madrasah tidak lagi berjalan sendiri, melainkan terhimpun dalam satu wadah nasional yang solid, terorganisir, dan siap memperjuangkan perubahan nyata.tuturnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update