Gemarnews.com ,Pidie Jaya – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos. Usai menghadiri pelantikan 12 pejabat eselon II di Kabupaten Pidie Jaya, ia langsung turun ke lapangan meninjau banjir susulan yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, Rabu (08/04/2026) malam.
Banjir terjadi saat prosesi pelantikan masih berlangsung. Informasi awal diterima dari jajaran Danramil 19/Meureudu dan Danramil 28/Meurah Dua, serta para Babinsa yang sejak sore telah memantau perkembangan situasi di desa-desa terdampak
“Di saat pelantikan berlangsung, kami menerima laporan adanya banjir dari jajaran Koramil dan Babinsa yang terus memantau kondisi wilayah,” ujar Dandim.
Berdasarkan laporan di lapangan, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak sore hingga malam hari. Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan aliran sungai pasca banjir sebelumnya, sehingga debit air tidak mampu tertampung secara maksimal.
Akibatnya, air meluap dan merendam permukiman warga.
Meski demikian, genangan tidak berlangsung lama karena hujan mulai reda dan air berangsur surut pada malam hari.
“Ini kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang belum sepenuhnya pulih. Namun, alhamdulillah air relatif cepat surut,” jelasnya.
Merespons situasi tersebut, Dandim langsung mengerahkan personel TNI ke sejumlah titik rawan. Personel disiagakan dengan perlengkapan seperti perahu karet guna mengantisipasi evakuasi warga jika dibutuhkan.
Selain itu, aparat juga membantu pengaturan lalu lintas, membersihkan material sisa banjir, serta memantau ketinggian debit air secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Langkah cepat ini mendapat respons positif dari masyarakat. Meski demikian, warga berharap adanya solusi jangka panjang, khususnya normalisasi sungai, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Data sementara mencatat sedikitnya 13 desa terdampak akibat meluapnya Krueng Meureudu.
Di Kecamatan Meurah Dua, desa terdampak meliputi: Pante Beurne, Dayah Husen, Meunasah Mancang, Meunasah Raya, Meunasah Bie, Beuringin, dan Geunteng.
Sementara di Kecamatan Meureudu: Meunasah Lhok, Beurawang, Mayang Cut, Meunasah Krueng, Manyang Lancok, dan Masjid Tuha.
Meski kondisi berangsur membaik, peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penanganan jangka panjang terhadap infrastruktur sungai dan sistem drainase di wilayah Pidie Jaya. Tanpa normalisasi dan mitigasi berkelanjutan, banjir berpotensi terus berulang setiap musim hujan.