GEMARNEWS.COM, PIDIE JAYA, ACEH –Penantian panjang para santri dan warga Desa Geulanggang, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya akan sumber air bersih akhirnya terjawab. Sebuah proyek kemanusiaan berupa sumur bor waqaf resmi diserahterimakan kepada Balai Pengajian Raudhatul Jannah pada Rabu (8/4/2026).
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian sarana ibadah dan pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak pascabanjir.
Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ustadz Azhar Kiran, tokoh pendidikan Aceh yang dikenal aktif dalam pengembangan dayah, dengan H. Machfud dari PT Nur Ramadhan Jakarta. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lintas daerah mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat di pelosok.
Amanah Waqaf dari Yogyakarta
Pembangunan sumur bor ini didanai melalui skema waqaf produktif yang bersumber dari:
Waqaf Almarhumah Sumirah binti Mardi Suyitno (Sleman, D.I. Yogyakarta)
Amanah tersebut dikelola secara profesional oleh perwakilan di Jakarta melalui H. Machfud, yang kemudian menggandeng Ustadz Azhar Kiran untuk memastikan bantuan tepat sasaran di wilayah yang membutuhkan.
Dedikasi untuk Pendidikan Santri
Dalam sambutannya, Ustadz Azhar Kiran menyampaikan rasa syukur atas selesainya amanah tersebut.
“Alhamdulillah, tugas menyalurkan amanah dari Yogyakarta dan Jakarta telah tuntas. Sebagai pendidik, saya merasa bertanggung jawab memastikan fasilitas ini berkualitas agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh para santri,” ujarnya.
Sebagai putra daerah, ia menilai ketersediaan air bersih merupakan fondasi penting dalam menunjang kegiatan pendidikan dan ibadah di lingkungan dayah.
Air Bersih, Kebutuhan Mendesak Pascabanjir
Pimpinan Balai Pengajian Raudhatul Jannah, Tgk Nazaruddin Rasyid, mengungkapkan bahwa selama ini para santri menghadapi kesulitan air bersih, terutama untuk kebutuhan wudhu dan aktivitas harian, akibat dampak banjir.
“Air adalah urat nadi kehidupan. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Ustadz Azhar Kiran, Bapak H. Machfud, dan keluarga wakif di Sleman. Ini bukti bahwa jarak bukan penghalang dalam persaudaraan umat,” ungkapnya dengan nada terharu.
Ia juga menambahkan bahwa doa para santri akan terus mengalir bagi almarhumah dan keluarga yang telah berwakaf.
Inspirasi Kebaikan untuk Nusantara
Keberhasilan proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara tokoh lokal yang amanah dan pengelolaan profesional dapat melahirkan manfaat berkelanjutan berupa sedekah jariyah. tuturnya.