Gemarnews.com, Pidie — Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Sigli, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 35 peserta yang terdiri dari pimpinan LKP dan PKBM dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie. Bimtekdi. Laksanakan Mulai 29 - 30 april ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pengelola lembaga pendidikan nonformal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Yusmadi,S.Pd,M.Pd dalam sambutannya sekaligus membuka acara Bimtek menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi dan advokasi kebijakan di bidang pendidikan, khususnya pendidikan nonformal.
Menurutnya, peran LKP dan PKBM sangat strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, terutama bagi warga yang tidak terjangkau pendidikan formal.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengelola LKP dan PKBM dapat memahami kebijakan terbaru di bidang pendidikan serta mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di lembaga masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan Bimtek ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, memperkuat jaringan antar pengelola, serta meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan, mulai dari materi kebijakan pendidikan, manajemen lembaga, hingga strategi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelola LKP dan PKBM di Kabupaten Pidie semakin siap dalam menghadapi tantangan pendidikan serta mampu berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dalam sesi pemaparan materi, Ketua DPD Forum PLKP Aceh, Syahril Kiram, SE, menegaskan bahwa keberadaan LKP dan PKBM harus mampu menjadi garda terdepan dalam pendidikan nonformal, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan mencetak generasi unggul yang siap bersaing di dunia usaha.
Ia menyampaikan bahwa lembaga kursus dan pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki peran penting dalam membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan taraf hidup.
“LKP dan PKBM harus mampu mencetak lulusan yang terampil, mandiri, dan siap terjun ke dunia kerja maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syahril juga mengimbau para pimpinan LKP untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik pengelola maupun instruktur, serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM dan fasilitas menjadi kunci utama dalam menciptakan lembaga pendidikan nonformal yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.tuturnya.