“Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” ujar Mualem saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) 2027 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).
Musrenbang yang mengangkat tema “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh perwakilan Kemendagri, Bappenas, hingga DPR RI. Forum ini bertujuan menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan program nasional agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.
Mualem mengungkapkan, anggaran daerah saat ini sangat terbatas dan belum mampu mencakup pemulihan secara menyeluruh. Selain kerusakan fisik, bencana ini turut memicu lonjakan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.
Ia juga mengkritisi bantuan pusat yang selama ini masih terfokus pada bantuan darurat seperti pangan dan sandang. “Bantuan pusat saat ini baru mencukupi untuk sembako. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) infrastruktur jembatan dan jalan hampir belum tersentuh,” tegas mantan Panglima GAM tersebut.
Kondisi di lapangan, lanjut Mualem, sangat memprihatinkan. Di beberapa wilayah pedalaman, warga masih harus bertaruh nyawa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai karena ketiadaan jembatan.
“Mudah-mudahan tahun ini ada perubahan signifikan. Kami mengapresiasi bantuan TNI dan Polri yang bekerja tulus di lapangan, namun dukungan anggaran untuk pembangunan fisik tetap menjadi kunci utama pemulihan Aceh,” pungkasnya. (berbagai sumber)
