Notification

×

Jembatan Aramco Delima Dibangun, Petani Kini Lebih Mudah Distribusi Hasil Panen

Selasa, 21 April 2026 | 17.00 WIB Last Updated 2026-04-21T10:00:54Z
Gemarnews.com, Pidie – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pedesaan pascabanjir melalui pembangunan Jembatan Aramco yang menghubungkan Gampong Buloh dengan Gampong Dayah Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Selasa (21/05/2026).

 Kehadiran jembatan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya petani, untuk memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian.

Pembangunan jembatan di wilayah teritorial Kodim 0102/Pidie itu ditandai dengan peletakan batu pertama serta prosesi peusijuek, tradisi adat Aceh yang sarat makna. Prosesi ini menjadi simbol doa agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, aman, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Delima, tokoh masyarakat, aparatur gampong, serta warga setempat yang tampak antusias menyambut dimulainya proyek strategis tersebut.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos melalui Dansatgas Pembangunan Jembatan Aramco, Kapten Czi Abdul Haris, menyampaikan rasa syukur karena pembangunan jembatan Aramco kini telah terealisasi di tiga titik wilayah.

“Tiga lokasi tersebut berada di Kecamatan Geumpang, Kecamatan Trenggadeng Pidie Jaya, dan kini di Kecamatan Delima. Ini merupakan bentuk perhatian Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Kapten Abdul Haris.

Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor pertanian, pendidikan, sosial, dan perekonomian masyarakat desa.

Untuk lokasi di Kecamatan Delima, jembatan yang akan dibangun memiliki panjang 13 meter dan lebar 4 meter, serta dilengkapi tiga lubang olo sebagai konstruksi utama penyangga. Spesifikasi tersebut dinilai memadai untuk menunjang lalu lintas kendaraan warga serta distribusi hasil pertanian.

Kapten Abdul Haris menegaskan, pembangunan akan dikerjakan oleh personel TNI bersama masyarakat melalui semangat gotong royong. Ia berharap proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pengerjaan cepat selesai dan jembatan ini segera dimanfaatkan sebagai akses utama penghubung dua desa,” katanya.

Bagi warga, pembangunan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan jawaban atas kebutuhan lama masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan melintasi jalur penghubung, terutama saat musim hujan dan banjir.

Sejumlah warga mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah dan TNI. Mereka menilai jembatan baru tersebut akan memangkas waktu tempuh, memperlancar pengangkutan hasil panen, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan TNI yang membangun jembatan ini. Sangat bermanfaat bagi kami, khususnya petani. Semoga ke depan aktivitas kami menjadi jauh lebih mudah,” ujar Usman, warga setempat.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update