Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Khairul Azhar, M.Si, beserta jajaran, pengurus IGSI, serta sejumlah tokoh pendidikan di Aceh.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Aceh menyampaikan apresiasi atas terbentuknya IGSI. Ia berharap organisasi ini mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan guru.
“IGSI diharapkan hadir sebagai kekuatan baru yang mampu menjembatani aspirasi para guru, terutama honorer, serta berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IGSI dalam pidatonya menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari langkah nyata organisasi dalam menyuarakan aspirasi guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan, IGSI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan rapat kerja singkat yang membahas program-program strategis organisasi. Fokus utama diarahkan pada penguatan internal organisasi, advokasi kebijakan, peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan dan workshop, serta optimalisasi peran humas dalam publikasi kegiatan.
Dengan resmi dikukuhkannya IGSI di Aceh, diharapkan organisasi ini mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak dan meningkatkan profesionalisme guru, demi kemajuan pendidikan yang lebih baik di Indonesia. tuturnya.