Notification

×

Bedah Jejak Peradaban Islam di Bulgaria, CIVIC UHAMKA Gelar Seminar Internasional

Rabu, 06 Mei 2026 | 18.38 WIB Last Updated 2026-05-06T11:38:56Z


 

GEMARNEWS.COM, JAKARTA – Center for Islam and Civilization Studies (CIVIC) di bawah naungan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), bekerja sama dengan Sofia University Bulgaria, menggelar seminar internasional bertajuk “Tracing Islamic Influence on Bulgarian Culture: An Interdisciplinary Perspectives” (Penelusuran Jejak Peradaban Islam dalam Budaya Bulgaria: Perspektif Interdisipliner).


Acara yang dilaksanakan di kampus A UHAMKA Limau ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana asimilasi budaya dan jejak peradaban Islam membentuk identitas sosial, budaya serta kesejarahan di wilayah Balkan, khususnya Bulgaria. Rabu (6/5/2026)


Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Dobrin Bugov dari Sofia University Bulgaria, memaparkan perspektif historis mengenai warisan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman) yang masih bertahan hingga saat ini. Ia menekankan bahwa pengaruh Islam di Bulgaria tidak hanya terlihat pada arsitektur masjid yang megah, tetapi juga meresap ke dalam bahasa, tradisi kuliner, hingga musik rakyat yang menjadi jembatan budaya antara Timur dan Barat.


Menanggapi hal tersebut, Prof. Ai Fatimah Nur Fuad, Ph.D., Dekan Fakultas Agama Islam Uhamka, menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam melihat sejarah Islam di Eropa Timur.


 "Kajian ini penting untuk membuka cakrawala mahasiswa dan peneliti di Indonesia bahwa peradaban Islam memiliki sifat yang cair dan mampu beradaptasi dengan budaya lokal di berbagai belahan dunia, termasuk di Bulgaria yang memiliki karakteristik unik sebagai titik temu peradaban Kristen Ortodoks dan Islam," ujar Prof. Ai Fatimah.


Sementara itu, Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif CIVIC FAI Uhamka, menyatakan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan langkah strategis CIVIC dalam memperkuat kajian peradaban global. 


"Kerja sama dengan Sofia University adalah upaya kami untuk membangun dialog antarperadaban (dialogue of civilizations). Kami ingin menunjukkan bahwa Islam di Bulgaria adalah bukti nyata dari koeksistensi damai dan kekayaan budaya yang inklusif," ungkap Darraz.



Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan peneliti sejarah. Diskusi berlangsung hangat saat membahas bagaimana 'Turkisms' atau kosakata serapan dari bahasa Turki, Arab, dan Persia masih digunakan secara aktif dalam percakapan sehari-hari masyarakat Bulgaria modern.



Melalui kegiatan ini, CIVIC FAI UHAMKA berharap dapat terus menjalin kemitraan global untuk mempromosikan pemahaman Islam yang moderat dan apresiatif terhadap keberagaman budaya di seluruh dunia. (*)

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update