GEMARNEWS.COM, TAKENGON - Tim Panitia Khusus (Pansus) Bencana Hidrometeorologi DPRK Aceh Tengah,mendesak pemerintah daerah untuk segera menentukan skala prioritas pelaksanaan program pembangunan dan penanganan pascabencana di Kecamatan Celala. permintaan tersebut setelah Tim Pansus langsung menemui masyarakat. ungkap Wahyudin selaku Ketua Pansus.
Wahyudin yang juga Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah ini menjelaskan lagi "desakan ini disampaikan dari laporan masyarakat, serta laporan Kepala Desa, Rabu (13/5/2025).
Rapat evaluasi bencana yang digelar di kantor camat Celala tersebut turut dihadiri oleh anggota Pansus lainnya, yaitu Seven Kobat, Amiruddin, Saifullah, Hanafiah, Ihsanuddin, Agustina, dan Yuska Mashudi. Selain itu, hadir pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Dinas Sosial, BPBD, Perkim, Perikanan, Perkebunan, dan Kesehatan, dan Dinas PUPR.
Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Camat Celala itu, Ketua Forum Reje Kecamatan Celala melaporkan bahwa sekitar 14 kampung tidak dapat mengolah sawah akibat kerusakan irigasi dan sedimentasi parah.
“Celah irigasi, badan irigasi, serta persawahan dan perkebunan yang rusak harus segera diperbaiki dengan alat berat. Begitu juga jalan lingkungan dan jembatan gantung,” ujarnya.
Wahyuddin yang turun langsung menyerap aspirasi warga menegaskan bahwa Kecamatan Celala merupakan kawasan persawahan terluas di Kabupaten Aceh Tengah. Oleh karena itu kata dia, kerusakan irigasi berdampak sangat luas.
“Untuk jalan kuyun pepalang masyarakat berharap untuk penangan darurat supaya di kerjakan karna 18 titik jalan masih rusak”, tegas Wahyuddin.
Reje Kampung Tanoh Depet, M Daud menambahkan bahwa jalan di wilayahnya masih membutuhkan perbaikan signifikan.
Sementara itu, pembangunan rumah rusak kategori sedang dan ringan dilaporkan sudah mulai dikerjakan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, meminta seluruh pihak untuk melengkapi persyaratan administrasi.
“Dengan kelengkapan administrasi, proses penanganan dan pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih mudah dan cepat,” ujar Andalika.
Warga berharap pemerintah daerah segera bergerak cepat, mengingat aktivitas pertanian yang tertunda berpotensi memperpanjang masa sulit pascabencana di wilayah terluas sawah tersebut. (Sumber Lintasgayo.com/red)

