Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga. Sejak pagi hari, masyarakat bersama Babinsa bahu-membahu membersihkan area pemakaman dari rumput liar, semak belukar, dan sampah yang dapat mengganggu kebersihan serta kenyamanan lingkungan makam.
Sertu Khairudin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mendahului.
"Membersihkan makam bukan sekadar membersihkan rumput liar dan sampah. Ini merupakan wujud penghormatan dan doa kepada para pendahulu yang telah berpulang ke rahmatullah," ujarnya.
Menurutnya, gotong royong menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada generasi muda agar tetap menghormati jasa dan perjuangan para leluhur.
Ia menambahkan, budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia harus terus dijaga dan dilestarikan. Melalui kegiatan bersama seperti ini, rasa kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat semakin kuat di tengah masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan di desa binaan.
Warga Desa Cot Khutang mengaku senang dan mengapresiasi inisiatif Babinsa yang selalu aktif mengajak masyarakat melakukan kegiatan positif. Mereka berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga lingkungan desa, termasuk area pemakaman umum, tetap bersih, asri, dan terawat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Aksi tersebut menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan penghormatan kepada leluhur dapat diwujudkan melalui kerja sama serta gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pungkasnya.