GEMARNEWS.COM, JAKARTA - Hening Parlan mengusulkan dari rangkaian FGD, forum ini pengembangan Faith-Based Climate Resilience Hub, yaitu model aksi iklim lintas iman yang mengintegrasikan pendidikan iklim, ekonomi hijau, konservasi lingkungan, dan penguatan ketahanan masyarakat. Menurutnya, komunitas iman memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk membangun respons kolektif terhadap krisis iklim yang semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan.
Eco Bhinneka Muhammadiyah turut berpartisipasi melalui kehadiran Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus Fasilitator Nasional Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, serta Dzikrina Farah Adiba, Program Manager SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative for Climate Justice Through Ecofeminism) Eco Bhinneka Muhammadiyah.
“Nilai-nilai agama perlu diterjemahkan menjadi aksi yang terukur dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas iman, kita dapat membangun ketahanan masyarakat sekaligus memperkuat keadilan ekologis di berbagai daerah,” ujar Hening. (red)
