Notification

×

Keluarga Kuat, Fondasi Indonesia Hebat

Selasa, 30 Juni 2026 | 20.48 WIB Last Updated 2026-06-30T13:49:05Z
Dok. Foto : Keluarga Iskandar Aceh 


GEMARNEWS.COM, OPINI - Keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Dari lingkungan keluarga, seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, hingga nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk karakter di masa depan. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarganya.

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan bahwa keluarga bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Tema "Ayah Wajib Hadir" mengandung pesan mendalam bahwa kehadiran seorang ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, serta menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, tantangan yang dihadapi keluarga semakin kompleks. Anak-anak kini lebih banyak berinteraksi dengan dunia maya dibandingkan dengan orang tua. Jika keluarga kehilangan perannya sebagai benteng utama, maka berbagai persoalan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga degradasi moral akan semakin sulit diatasi.

Sebagai seorang ayah, saya meyakini bahwa keluarga adalah segalanya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik, mendapatkan pendidikan yang layak, dan hidup dalam lingkungan yang penuh kasih sayang. Sesibuk apa pun pekerjaan, keluarga harus tetap menjadi prioritas utama karena waktu yang terlewat bersama mereka tidak akan pernah bisa kembali.

Di Aceh, nilai-nilai kekeluargaan sesungguhnya telah menjadi bagian dari budaya yang diwariskan turun-temurun. Budaya saling menghormati, gotong royong, serta kehidupan yang berlandaskan nilai agama merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan. Namun, nilai-nilai tersebut perlu diperkuat dengan komunikasi yang hangat di dalam keluarga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Sebagai Aktivis Muda Aceh, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama memperkuat ketahanan keluarga. Program pembangunan apa pun tidak akan berhasil tanpa keluarga yang harmonis, sehat, dan berdaya.

Mari jadikan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat bahwa membangun Indonesia dimulai dari rumah. Ketika setiap keluarga mampu menjalankan perannya dengan baik, maka akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Karena pada akhirnya, keluarga bukan hanya tempat kita pulang, tetapi juga tempat lahirnya harapan bagi masa depan Indonesia. Sesuai keyakinan yang saya pegang, "Keluargaku adalah segalanya bagiku." Dari keluarga lahir cinta, dari keluarga tumbuh kekuatan, dan dari keluarga pula Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin maju dan sejahtera. 

Referensi :

UNICEF Parenting⁠�. Positive Parenting: The Importance of Fathers in Child Development.

World Health Organization (WHO)⁠�. Nurturing Care for Early Childhood Development – menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam tumbuh kembang anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA)⁠�. Berbagai kebijakan tentang pengasuhan anak, perlindungan keluarga, dan ketahanan keluarga.

The Role of the Father in Child Development. John Wiley & Sons. Buku rujukan internasional yang membahas pengaruh keterlibatan ayah terhadap perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak.

Badan Pusat Statistik. Statistik Kesejahteraan Rakyat dan publikasi sosial kependudukan sebagai rujukan kondisi keluarga Indonesia


Penulis :  ISKANDAR 
Aktivis Muda Aceh
Ketua DPP LSM JARA


Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update